BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelabuhan Penyeberangan Sadai di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, diperkirakan tidak dapat beroperasi selama kurang lebih dua bulan menyusul rencana rehabilitasi dermaga yang mengalami kerusakan dan amblas.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk memperbaiki fasilitas penyeberangan tersebut. Saat ini, proses perencanaan rehabilitasi telah memasuki tahap akhir sebelum dilanjutkan ke proses lelang.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama mengatakan, rehabilitasi dermaga memang telah diprogramkan pada tahun ini. Dokumen perencanaan ditargetkan selesai dalam waktu dekat sehingga proses lelang dapat segera dimulai. Setelah itu, pekerjaan fisik diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan.
“Memang kita lagi proses perencanaan untuk rehab itu. Proses perencanaannya insyaallah minggu-minggu ini kita finalisasi,” kata Benny Supratama kepada Bangkapos.com, Selasa (23/6/2026).
Benny menjelaskan, tahapan lelang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 21 hari sebelum kontraktor mulai mengerjakan rehabilitasi. Dengan memperhitungkan proses administrasi dan pelaksanaan di lapangan, perbaikan diperkirakan selesai dalam waktu lebih dari dua bulan. Selama proses tersebut berlangsung, operasional Pelabuhan Penyeberangan Sadai dihentikan demi keselamatan pengguna jasa.
Penutupan sementara pelabuhan berdampak langsung terhadap layanan penyeberangan yang selama ini menghubungkan Pulau Bangka dengan Belitung dan Kecamatan Lepar Pongok. Seluruh aktivitas sandar kapal di dermaga tersebut untuk sementara dihentikan hingga pekerjaan rehabilitasi selesai. Pemerintah daerah juga meminta masyarakat memperhatikan perkembangan informasi terkait operasional penyeberangan selama masa perbaikan.
“Otomatis Pelabuhan Penyeberangan Sadai tidak bisa digunakan dalam jangka waktu itu," tegas Benny.
Baca juga: Dermaga Pelabuhan Sadai Basel Amblas, Penyeberangan Belitung–Lepar Terhenti Sementara
Sebelumnya, dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Sadai amblas pada Kamis sekitar pukul 19.00 WIB saat proses pemuatan kendaraan ke KM Gorare yang akan berlayar menuju Tanjung Gading, Kecamatan Lepar. Insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan layanan penyeberangan dari Tanjung Gading ke Sadai dihentikan. Sementara itu, kapal Kuala Batee II yang berlayar dari Belitung terpaksa membatalkan pelayaran dan kembali ke daerah asal karena tidak dapat bersandar di Pelabuhan Sadai.
“Ada kerusakan, jembatan penyeberangannya amblas. Amblasnya karena faktor alam, karena korosi sehingga mempengaruhi umur konstruksi yang dibangun sejak 1994,” urainya.
Kendati demikian, Benny memastikan Pelabuhan Penyeberangan Sadai memiliki peran penting sebagai penghubung transportasi laut menuju Belitung maupun Pelabuhan Tanjung Gading di Kecamatan Lepar Pongok. Karena itu, percepatan rehabilitasi menjadi prioritas agar konektivitas antar pulau dapat segera pulih. Pemerintah berharap seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal sehingga operasional pelabuhan dapat kembali normal setelah pekerjaan rampung.
“Pelabuhan itu digunakan pertama ke Belitung, kedua ke Pelabuhan Tanjung Gading Kecamatan Lepar," ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)