TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Nunukan langsung diserbu calon peserta didik. Bahkan pada hari pertama pembukaan jalur prestasi dan afirmasi, jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang tersedia.
Kepala SMPN 1 Nunukan, Rustiningsih, mengatakan sekolah tahun ini tetap menerima sebanyak 9 rombongan belajar (rombel) atau 9 kelas dengan total daya tampung 288 siswa baru.
“Untuk tahun ajaran 2026/2027 ini sama seperti tahun lalu, kita menerima 9 rombel atau 9 kelas. Total yang diterima 288 murid baru,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan petunjuk teknis yang berlaku, kuota penerimaan dibagi ke dalam empat jalur, yakni domisili 40 persen atau 115 siswa, afirmasi 25 persen atau 72 siswa, prestasi 30 persen atau 87 siswa, dan mutasi perpindahan orang tua 5 persen atau 14 siswa.
Baca juga: SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Negeri Tarakan Dibuka 29 Juni-1 Juli 2026, Jalur Prestasi Ada Nilai TKA
Menurut Rustiningsih, tahun ini terdapat perubahan jadwal pendaftaran. Jalur prestasi dan afirmasi dibuka lebih dahulu pada 22 hingga 24 Juni, sedangkan jalur domisili dan mutasi dibuka pada 29 Juni hingga 3 Juli.
Skema tersebut dinilai memberi kesempatan kedua bagi peserta yang tidak lolos pada jalur prestasi untuk kembali bersaing melalui jalur domisili.
“Kalau gagal di jalur prestasi dan rumahnya dekat SMPN 1 Nunukan, masih ada kesempatan mengikuti jalur domisili,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pendaftaran pada (22/6/2026) kemarin. Hingga pukul 14.00 Wita pada hari pertama, tercatat 118 pendaftar jalur afirmasi dan 119 pendaftar jalur prestasi.
Jumlah tersebut sudah melampaui kuota yang tersedia, yakni 72 kursi untuk afirmasi dan 87 kursi untuk prestasi.
Baca juga: Jadwal Lengkap Tahapan SPMB 2026 PAUD, SD, dan SMP di Malinau Kaltara
Rustiningsih menjelaskan, posisi peserta yang terlihat pada aplikasi belum menjadi jaminan diterima karena seluruh berkas masih harus melalui proses verifikasi.
“Banyak yang melihat peringkatnya sudah aman, padahal belum diverifikasi. Setelah diverifikasi bisa saja posisinya bergeser,” jelasnya.
Ia mengimbau orang tua dan calon peserta didik untuk terus memantau perkembangan melalui aplikasi serta memastikan seluruh dokumen yang diunggah sudah lengkap dan sesuai ketentuan.
(*)
Penulis: Fatimah Majid