Biodata Muhammad Furqoen Nul Hakim, Anggota Paskibraka Tingkat Nasional 2026 dari Bangka Belitung
Ardhina Trisila Sakti June 23, 2026 02:39 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Muhammad Furqoen Nul Hakim, berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka ) tingkat nasional 2026.

Ia bakal mewakili Bangka Belitung dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah melakukan seleksi sejak 14 Juni hingga pengumuman hasil pada 22 Juni 2026 untuk calon Paskibraka tingkat pusat.

Di tengah keberhasilanya menjadi anggota Paskibraka, Furqoen menceritakan latar belakang keluarga dan perjuanganya hingga berhasil terpilih.

"Saya dibesarkan dalam keluarga sederhana yang selalu mengajarkan nilai disiplin, kerja keras dan tanggung jawab," kata Furqoen siswa SMA Negeri 1 Manggar ini, kepada Bangkapos.com, Selasa (23/6/2026). 

Keberhasilan Furqoen Nul Hakim, lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional 2026 tidak lepas dari dukungan keluarga yang selalu mendampinginya selama proses seleksi.

Ia mengaku, orang tua menjadi sosok yang paling berperan dalam perjalanan yang mengantarkannya mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya dalam setiap proses yang saya jalani. Ayah saya bekerja sebagai buruh harian dan ibu saya ibu rumah tangga. Dari mereka saya belajar bahwa tidak ada kesuksesan yang diraih secara instan, semuanya membutuhkan usaha dan doa," kata Furqoen.

20260623 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
Muhammad Furqoen Nul Hakim berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026.

 

Ia menuturkan keinginan menjadi anggota Paskibraka muncul saat menyaksikan pasukan pengibar bendera pada upacara peringatan kemerdekaan.

Menurutnya, kedisiplinan, ketegasan serta semangat nasionalisme yang ditunjukkan para anggota Paskibraka membuat dirinya termotivasi untuk mengikuti jejak mereka.

"Saya mulai bercita-cita menjadi anggota Paskibraka sejak melihat pasukan pengibar bendera saat upacara kemerdekaan. Saya kagum dengan kedisiplinan, ketegasan dan rasa nasionalisme yang mereka tunjukkan," ujarnya.

Selain orang tua, Furqoen juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, guru dan teman-temannya yang terus memberikan dukungan selama mengikuti berbagai tahapan seleksi.

"Orang tua saya adalah sosok yang paling mendukung perjalanan ini. Selain itu, pelatih, guru dan teman-teman juga memberikan motivasi sehingga saya mampu melewati setiap tahapan seleksi dengan baik," katanya.

Dia mengatakan, terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 tidak mudah. 

Ia harus melewati proses seleksi panjang dan kompetitif mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional.

Furqoen mengatakan setiap tahapan seleksi menguji berbagai aspek, mulai dari kemampuan fisik, mental, wawasan kebangsaan, kedisiplinan hingga karakter diri.

"Proses seleksi yang saya jalani cukup panjang dan kompetitif, mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. Setiap tahap menguji kemampuan fisik, mental, wawasan kebangsaan, kedisiplinan serta karakter diri," kata Furqoen.

Menurutnya, tantangan terberat selama mengikuti seleksi adalah menjaga konsistensi latihan dan tetap mampu tampil maksimal di tengah tekanan yang ada.

"Tantangan terberat adalah menjaga konsistensi latihan dan tetap tampil maksimal di bawah tekanan. Saya harus mampu mengendalikan rasa gugup, sigap menghadapi arahan tim panitia, mengatasi rasa lelah dan tetap fokus pada tujuan," ujarnya.

Di tengah proses yang berat tersebut, Furqoen mengaku sempat merasa pesimis. Namun, ia berusaha bangkit dengan mengingat perjuangan kedua orang tuanya dan cita-cita yang ingin diraih.

"Pernah merasa pesimis, tetapi setiap kali merasa lelah saya mengingat perjuangan orang tua dan tujuan besar yang ingin saya capai. Saya percaya bahwa menyerah hanya akan menghentikan langkah menuju impian," katanya.

Dia merasa sangat bersyukur, bangga dan terharu. Semua latihan, pengorbanan dan doa akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa dan mewakili Bangka Belitung di tingkat nasional.

"Ini adalah kehormatan sekaligus amanah besar. Saya membawa nama daerah, sekolah, keluarga dan masyarakat Bangka Belitung untuk menunjukkan bahwa putra daerah mampu berprestasi di tingkat nasional. Saya ingin menjadi inspirasi bagi generasi muda agar berani bermimpi besar dan berjuang mewujudkannya melalui kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah," katanya.

Persiapan 

Furqoen mengatakan, rutinitas latihan terus ia lakukan sebelum seleksi.

Dirinya rutin berlatih fisik seperti lari, push-up, sit-up, serta latihan baris-berbaris. Selain itu, dia juga memperdalam wawasan kebangsaan dan melatih kemampuan komunikasi.

"Dari sisi fisik saya menjaga pola makan, istirahat dan latihan yang teratur. Dari sisi mental saya belajar mengendalikan emosi, meningkatkan rasa percaya diri dan membangun pola pikir positif," katanya.

Dia juga menyampaikan pengalaman menarik dalam tahapan seleksi. Yakni dapat bertemu peserta-peserta hebat dari berbagai daerah. 

"Dari mereka saya belajar bahwa kompetisi bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi juga tentang belajar dan berkembang bersama," ujarnya.

Dalam keseharinya, Furqoen aktif mengikuti organisasi atau ekstrakurikuler tertentu. Seperti kegiatan Paskibra dan organisasi OSIS yang melatih kepemimpinan, kerja sama tim serta tanggung jawab.

"Kegiatan tersebut membentuk karakter disiplin, kepemimpinan dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai itulah yang sangat membantu saya dalam proses seleksi Paskibraka Nasional," ujar pria yang memiliki tinggi 179 cm ini.

Jangan Takut Bermimpi

Di akhir ceritanya, Furqoen menyampaikan jangan takut bermimpi besar. Percayalah bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Tetap disiplin, konsisten, dan jangan menyerah meskipun prosesnya berat.

Menutnya, nilai yang paling penting adalah disiplin, integritas, tanggung jawab dan rasa cinta tanah air. Tanpa karakter tersebut, kemampuan yang dimiliki tidak akan berarti banyak.

"Saya ingin mempersembahkan pencapaian ini sebagai bentuk rasa terima kasih atas doa, dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Semoga prestasi ini dapat membawa kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan seluruh masyarakat Bangka Belitung serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi," tutupnya.

Biodata

Nama Lengkap: Muhammad Furqoen Nul Hakim

Tempat, Tanggal Lahir: Manggar, 5 Januari 2010

Alamat Tempat Tinggal: Dusun Terang Bulan Desa Lalang Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur

Nama Ayah: Abd Rahman dan 

Nama Ibu: Elyani.

Asal Sekolah: SMA Negeri 1 Manggar, Kelas 10 dan sekarang naik ke Kelas 11

Tinggi Badan: 179 cm

Berat Badan: 72 kg

Hobi: Berolahraga dan bermain tongkat mayoret

Cita-cita: Menjadi anggota TNI atau pemimpin yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Prestasi:

Juara 1 Lomba Futsal Bupati Cup Pelajar
Juara 2 IKBB HUT SMKN 1 Manggar
Juara 1 Marching Band HUT SMKN 1 Manggar
Peserta MPLS terbaik SMAN 1 Manggar

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.