WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengumpulkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Lebih 40 ASN dikumpulkan di halaman kantor Pemkot Bekasi, Bekasi Selatan, Selasa (23/6/2026), untuk dimintai keterangan terkait sistem presensi absen.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tri menemukan persoalan yang terus berulang terkait kehadiran pegawai, terutama hari Senin.
Menurut Tri, jumlah ASN yang tidak mengikuti apel masih mencapai ratusan orang setiap pekan.
Baca juga: Oknum Satpol PP Bogor yang Gadaikan SK Pengangkatan Pegawai Milik Bawahannya Dipecat sebagai ASN
"Ini kejadian yang berulang, setiap hari Senin jumlah peserta yang tidak apel itu ratusan pegawai, saya ingin cari tahu penyebabnya," kata Tri, Selasa (23/6/2026).
Tri menduga persoalan tersebut berkaitan presensi mobile yang digunakan ASN.
Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan sejumlah faktor lain yang menjadi penyebab absen para ASN.
"Dari kelalaian, lupa, alfa dan itu manusiawi, ini yang perlu kami perbaiki," ujarnya.
Baca juga: Pramono Izinkan ASN Pemprov DKI Nobar Piala Dunia, Asal Tak Ganggu Jam Kerja
Selain persoalan lokasi presensi, Tri juga menemukan kesalahan saat pegawai melakukan input kehadiran pada aplikasi.
Sejumlah pegawai yang hadir justru memilih kategori lain saat melakukan presensi sehingga data kehadiran tidak sesuai.
Tri menilai persoalan tersebut merupakan masalah klasik yang selama ini muncul dalam pelaksanaan presensi ASN.
Terkait sanksi bagi ASN maupun tenaga kerja kontrak yang tidak hadir tanpa keterangan, Tri menerapkan bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Sekda Kota Tangerang Minta ASN Tetap Disiplin dan Maksimal Layani Masyarakat di Tengah Kebijakan WFH
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, menyoroti temuan sekira 300 pegawai Pemkot yang tidak mengisi absensi mobile untuk efektivitas pengawasan kinerja.
Menurutnya, jumlah tersebut terkategori besar dan perlu segera dievaluasi untuk mengetahui kendala yang terjadi.
Selain jumlahnya yang besar, persoalan tersebut kerap berulang.
Bahkan sebelumnya sempat mencapai 400 hingga 500 pegawai yang tidak mengisi absensi mobile.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi, Anjar Budiono, menyampaikan, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab ratusan pegawai Pemkot Bekasi tidak mengisi absensi mobile. (m37)