Menyongsong Era Biodiesel B50, Pelindo Marine Pastikan Distribusi FAME Berjalan Lancar
Wiwit Purwanto June 23, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Menjelang penerapan program biodiesel B50 secara nasional pada 1 Juli 2026, PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) memperkuat dukungannya terhadap rantai pasok energi hijau dengan memastikan kelancaran distribusi FAME (Fatty Acid Methyl Ester), bahan baku utama produksi biosolar berbasis nabati.

Peran logistik maritim menjadi salah satu faktor krusial dalam keberhasilan transisi energi nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi bahan baku biodiesel, Pelindo Marine mengambil bagian penting melalui layanan penundaan kapal pengangkut FAME dari kawasan industri menuju fasilitas pencampuran bahan bakar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Perkuat Logistik Energi Hijau Nasional

Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, mengatakan layanan penundaan kapal pengangkut FAME merupakan bagian dari kesiapan logistik nasional dalam menyambut implementasi biodiesel B50.

Baca juga: Pelindo Marine Resmikan Bantuan Sumber Air Berkah: Krisis Air Tuban Teratasi

"Layanan ini menjadi bagian dari kesiapan logistik menjelang implementasi biodiesel B50 yang direncanakan mulai diterapkan pemerintah pada 1 Juli 2026," kata Elvin Syah Putra, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap distribusi FAME juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat peran sektor maritim pada agenda transisi energi hijau nasional. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong ketahanan energi berbasis sumber daya domestik dan energi terbarukan.

Elvin menegaskan, keberhasilan transformasi energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku di sektor hulu, tetapi juga ditentukan oleh kelancaran distribusi hingga ke titik pemanfaatan.

"Sebagai penyedia jasa penundaan dan pemanduan kapal, kami berkomitmen penuh menghadirkan layanan maritim yang aman dan andal untuk mendukung kelancaran distribusi energi hijau nasional," tegas Elvin.

Pelindo Marine sendiri telah terlibat dalam layanan pengangkutan FAME sejak 2021. Produk yang berasal dari kawasan industri di Gresik tersebut diangkut menuju fasilitas blending di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum diproses menjadi bahan bakar biodiesel.

Terapkan Standar Keselamatan Ketat

Senior Manajer Komersial PT Pelindo Marine Service, Dhika Ramadhany Putra, menjelaskan setiap proses pengangkutan FAME dilakukan dengan pengawasan ketat karena karakteristik muatan memerlukan penanganan khusus..

Baca juga: Program Biodiesel B50, IKA ISMEI Ingatkan Pemerintah Antisipasi Tekanan Fiskal

"Setiap kapal pengangkut FAME rata-rata membawa muatan hingga 4.500 kiloliter. Pada operasi kali ini, kapal tunda KT. Subali II memimpin proses penundaan dan membantu kapal bersandar dengan aman menuju fasilitas blending Pertamina di Pelabuhan Tanjung Perak," tambah Dhika.

Seluruh proses operasional dilakukan sesuai standar keselamatan dan prosedur yang berlaku guna menjamin keamanan pelayaran maupun distribusi muatan.

Implementasi B50 diharapkan mampu meningkatkan penyerapan produksi sawit dalam negeri, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.