WARTAKOTALIVE.COM - Ketua BEM Universitas Bung Karno (UBK) Muhammad Abdi Maludin sebelumnya sempat menjawab dugaan settingan atau pengaturan bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menggelar unjuk rasa.
Dalam wawancara eksklusif tersebut, Abdi sempat ditanya perihal adanya dugaan settingan sehingga bisa diterima Wapres Gibran dalam unjuk rasa 15 Juni 2026 lalu.
Abdi pun sempat tertawa saat ditanya perihal tuduhan adanya settingan bertemu Gibran.
Abdi membantah adanya desain politik bertemu Gibran.
“Saya pastikan untuk mahasiswa yang turun ke jalan, bertemu di persimpangan, tidak ada itu desain politik di dalam ruangan,” kata Abdi.
Menurut Abdi, dirinya bisa bertemu Gibran lantaran murni karena diplomasi BEM UBK bersama pemerintah dan pihak Kepolisian.
“Karena dalam demokrasi ada yang namanya diplomasi untuk memuluskan apa yang kami bawa lebih khusus untuk Wapres,” tutur Abdi.
Namun setelah sepekan usai unjuk rasa, terbongkar bahwa Abdi dan kawan-kawannya dari BEM UBK menerima uang dari Kepolisian.
BEM UBK disebut menerima uang dengan nominal beragam untuk memindahkan lokasi unjuk rasa.
Para jajaran BEM UBK itu kemudian disidang ramai-ramai oleh para mahasiswa UBK yang kesal dengan sikap suap para mahasiswa tersebut.
Baca juga: Daftar Harga Jajaran Ketua BEM UBK yang Bertemu Wapres Gibran
Mereka disidang di tengah kampus dan dipertontonkan ratusan mahasiswa lainnya. Para mahasiswa pun menyoraki para jajaran BEM UBK yang menerima uang tersebut.
Dalam kesaksiannya, seorang Wakil Ketua BEM UBK yang menerima uang suap mengungkapkan daftar harga para jajaran BEM UBK.
Diduga mereka semua total menerima uang Rp20 juta untuk memindahkan lokasi titik aksi demo.
Uang tersebut kemudian dibagi rata kepada para petinggi BEM UBK.
Sebelumnya di saat demo mereka bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlebih dahulu Senin (15/6/2026).
Adapun Wakil Ketua BEM UBK Rafly Maulana Akbar mengaku menerima Rp2 juta.
Sementara Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdi Maludin menerima uang sebesar Rp 6 juta usai demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (15/6/2026).
Uang suap diterima sebelum aksi 15 juni 2026 dari oknum polisi.