Guntur Romli soal Pengakuan BEM UBK yang Sempat Bertemu Wapres Gibran Terima Suap Ini Pelanggaran!
Ardrianto SatrioUtomo June 23, 2026 02:42 PM

Politisi PDIP Guntur Romli menanggapi video pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Abdimaludin, yang mengaku menerima uang Rp20 juta dari oknum polisi. 

Guntur mengaku kecewa terhadap mahasiswa yang diduga menerima uang tersebut. 

Menurutnya, tindakan itu bertentangan dengan semangat perjuangan mahasiswa yang sebelumnya mendapat apresiasi publik. 

Politisi PDIP itu menyinggung sikap mahasiswa yang sempat menolak tawaran makan malam dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Hal ini dikonfirmasi oleh Guntur Romli saat dihubungi Tribunnews.com dari kantor redaksi Solo, Selasa (22/6/2026).

"Menyedihkan, padahal saya sempat memuji mereka yang katanya menolak tawaran makan malam dari Gibran. Tapi ternyata ada pemberian lain yang lebih menggiurkan daripada makan malam," ujarnya.

Guntur menilai pengakuan terkait penerimaan uang justru menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. 

Selain itu, Guntur mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan pemberian uang oleh oknum kepolisian. 

"Penegak hukum harus bertindak, itu pelanggaran," tegasnya.

Sebagai informasi, Abdi diketahui merupakan salah satu dari 15 mahasiswa yang bertemu Gibran di Istana Wakil Presiden.

Saat itu, perwakilan mahasiswa dari UBK, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. 

Seusai pertemuan, Abdimaludin menyebut Gibran mencatat berbagai aspirasi mahasiswa untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Namun, belakangan beredar video yang memperlihatkan pengakuannya mengenai penerimaan uang sebesar Rp20 juta dari seseorang yang disebut berasal dari pihak kepolisian. 

Uang itu disebut diberikan agar aksi tidak dilakukan di kawasan Istana.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.