Pemkot Pangkalpinang Siapkan Ketapang Jadi Kampung Nelayan Merah Putih, Usul Lahan Satu Hektare
Ardhina Trisila Sakti June 23, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus mematangkan persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Ketapang.

Sebagai langkah awal, Pemkot mengusulkan pemanfaatan lahan seluas 10.000 meter persegi atau sekitar satu hektare untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pangkalpinang, David Oktaviandi mengatakan proses pengusulan saat ini masih berada pada tahap koordinasi lintas instansi. 

Sejumlah pihak yang dilibatkan antara lain Balai Wilayah Sungai (BWS), PT PLN (Persero), serta PDAM untuk mendukung penyediaan infrastruktur dasar di kawasan yang akan dibangun.

Menurut David, pemerintah daerah saat ini juga tengah melengkapi berbagai dokumen administrasi yang menjadi syarat pemanfaatan aset dan pengajuan program kepada pemerintah pusat.

"Seluruh persyaratan terus kami lengkapi agar proses pengusulan dapat berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan. Kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam tahapan ini," kata David kepada Bangkapos.com, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah tahapan yang dipersyaratkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah dilaksanakan. Di antaranya asesmen lahan yang menunjukkan hasil positif serta kajian sosial ekonomi yang melibatkan nelayan dan tokoh masyarakat setempat.

"Hasil asesmen lahan dinilai sangat baik. Selain itu, tim dari KKP juga telah melakukan asesmen sosial ekonomi kepada para nelayan dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari proses perencanaan," ujarnya.

David menambahkan, konsep Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada penataan kawasan permukiman pesisir. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat nelayan melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung.

Beberapa sarana yang direncanakan antara lain pembangunan dermaga, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), unit pengolahan hasil perikanan, hingga fasilitas penunjang lainnya yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

"Dengan adanya program tersebut, kawasan pesisir Ketapang diharapkan berkembang menjadi sentra kegiatan perikanan yang lebih modern, tertata, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat," tambah David.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.