TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mulai memacu transformasi sektor pertanian tradisional menuju mekanisasi modern.
Langkah ini diambil sebagai strategi taktis untuk menghadapi ancaman perubahan iklim global serta menyusutnya jumlah tenaga kerja muda di sektor agraria.
Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui pendistribusian stimulus berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta puluhan ton benih padi varietas unggul.
Penyerahan bantuan dipusatkan di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, pada Senin (22/6/2026), dengan melibatkan puluhan perwakilan kelompok tani setempat.
Baca juga: Revitalisasi Basement Blok II dan Blok III Pasar Raya Padang Ditargetkan Tiga Bulan
Sektor pertanian selama ini memang menjadi tulang punggung sekaligus penyerap tenaga kerja utama di Dharmasraya. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas produksi di tingkat hulu dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Lasmiyati, Plt Camat Sitiung Adi Candra, dan Wali Nagari Sitiung Julisman.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan pentingnya sinergi pengawasan dari tingkat kabupaten hingga pemerintahan nagari (desa adat).
Dalam stimulus fase ini, pemerintah daerah menyalurkan sedikitnya 14 unit traktor yang terdiri dari 10 unit traktor roda dua dan 4 unit traktor roda empat.
Baca juga: PT AWB Beli TBS Rp 3.789 per Kg, Ini Update Harga Sawit di Dharmasraya Terbaru
Kehadiran mesin-mesin ini diproyeksikan untuk memangkas waktu pengolahan tanah yang selama ini kerap memicu keterlambatan musim tanam.
Selain mekanisasi, intervensi pada kualitas input pertanian juga dilakukan melalui pembagian benih padi dalam dua tahapan.
Pada tahap pertama, sebanyak 26.900 kilogram benih padi dialokasikan untuk areal tanam seluas 1.076 hektare yang dikelola oleh 59 kelompok tani.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan skema penyaluran tahap kedua guna memastikan keberlanjutan pasokan ikutan produksi.
Baca juga: Harga Sawit Dharmasraya Jumat 19 Juni 2026: Tertinggi Rp3.789 Per Kg, Cek Selisih Harganya
Pada fase berikutnya, sebanyak 68.950 kilogram benih akan didistribusikan untuk mencakup area persawahan yang lebih luas, yakni mencapai 2.258 hektare.
Secara akumulatif, total bantuan benih yang mengalir ke kantong-kantong produksi pertanian di Dharmasraya pada musim ini mencapai hampir 96 ton.
Skala penyaluran yang besar ini diharapkan mampu menciptakan keseragaman masa panen dan mendongkrak indeks pertanaman (IP).
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dalam arahannya mengingatkan bahwa sektor pertanian memiliki dimensi yang luas, tidak sekadar hitungan angka di atas kertas ekonomi.
Ketahanan pangan daerah bermakna pada tegaknya kedaulatan sosial dan terbukanya lapangan pekerjaan yang stabil bagi masyarakat pelosok.
"Di tengah tantangan perubahan iklim, kenaikan biaya produksi, keterbatasan tenaga kerja pertanian, serta kebutuhan peningkatan hasil produksi, transformasi menuju pertanian modern bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan," ujarnya.
Baca juga: Bupati Dharmasraya Ajak Warga Nobar Pesta Bola Dunia 2026 di Halaman Kantor Bupati Dharmasraya
Penggunaan traktor roda empat dan roda dua diharapkan mampu memotong struktur biaya produksi yang selama ini membebani petani akibat tingginya upah buruh cangkul manual.
Mekanisasi dinilai menjadi jawaban logis atas fenomena kelangkaan tenaga kerja muda yang enggan turun ke sawah.
Di sisi lain, penggunaan benih unggul bersertifikat diharapkan mampu meminimalisasi risiko kegagalan panen akibat serangan hama dan anomali cuaca.
Pertumbuhan tanaman yang seragam akan memudahkan proses perawatan harian dan mematangkan hasil panen secara serentak.
Bupati juga menggarisbawahi pentingnya pergeseran mentalitas dalam melihat bantuan pemerintah.
Kelompok tani diminta tidak menganggap bantuan ini sebagai hibah konsumtif, melainkan modal pembangunan yang harus dirawat secara kolektif demi kepentingan bersama.
Baca juga: Sinergi Forkopimda Dharmasraya Perketat Penyaluran BBM Bersubsidi, Bupati Minta Cek Nopol dan STNK
Merespons dukungan tersebut, Wali Nagari Sitiung Julisman menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi pemerintah daerah dalam mengawal nasib para petani. Menurutnya, kepastian sarana produksi dan alat modern adalah hal yang paling dinantikan petani di tengah ketidakpastian iklim saat ini.
Pihak pemerintah nagari berjanji akan ikut mengawal pemanfaatan alsintan tersebut agar tidak dikuasai oleh segelintir oknum, melainkan dapat diakses secara adil oleh seluruh anggota kelompok tani yang terdaftar.
Pada akhir kegiatan, Dinas Pertanian beserta jajaran penyuluh pertanian lapangan (PPL) diinstruksikan untuk memperketat pendampingan teknis di lapangan.
Pengawasan berkala akan dilakukan untuk mengevaluasi apakah bantuan ini berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas lahan dan kesejahteraan riil petani setempat.(*)