Wakili Bali Sebagai Paskibraka Nasional, Begini Sosok Ni Komang Gayatri Dinda Arsani Dimata Ibunya
Putu Kartika Viktriani June 23, 2026 04:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Siswi asal Banjar Dharma Winangun, Desa Tianyar, Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani (17) terpilih menjadi wakil Bali sebagai anggota Paskibraka Nasional.

Dimata ibunya, Komang Gayatri merupakan sosok disiplin dan memiliki tekad yang kuat.

Ibu dari Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani, Ni Wayan Sudi mengatakan,  dirinya merasa sangat beryukur dan bangga dengan raihan putrinya tersebut. 

Menurutnya putrinya merupakan anak rumahan, yang aktivitasnya seperti biasa anak remaja pada umumnya.

"Anak saya ini seperti anak rumahan pada umumnya, tapi selalu yakin," ujar Ni Wayan Sudi, Selasa 24 Juni 2026.

Ia pun mengatakan, Komang Gayatri baru memiliki ketertarikan ikut Paskibraka pada saat duduk di bangku SMA.

 

Selaku orangtua pun, ia mendukung penuh tekad putrinya itu.

"Setelah SMA, ia (Komag Gayatri) bilang ikut paskibraka, tentu saya dukung," ungkap dia.

Baca juga: Profil Ni Komang Gayatri, Siswi SMAN 1 Kubu Karangasem Bali yang Lolos Paskibraka Nasional 2026

Siswi yang menyukai pelajaran Matematika dan memiliki hobi memasak itu juga dikenal berprestasi di bidang akademik.

Ia tercatat sebagai Juara 1 di kelas XB.

Ke depan, Gayatri bercita-cita menjadi dokter.

Setelah mendapat pengumuman lolos mewakili Bali sebagai Paskibraka Nasional, Komang Gayatri sempat tidak menyangka.

Komang Gayatri mengaku tidak pernah menyangka bisa melangkah sejauh ini.

Saat ditemui di sela penutupan Karangasem Festival, Senin malam 23 Juni 2026, Gayatri tampak masih menyimpan rasa haru atas pencapaiannya.

"Ada ragu sedikit sebenarnya (mewakili Bali sebagai anggota Paskibraka). Tapi saya yakin (lolos)," ujarnya.

Gayatri lolos bersama I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMA Negeri 1 Kuta Utara, Badung setelah mengikuti verifikasi tingkat pusat di Jakarta pada 15–19 Juni 2026.

Seleksi yang dijalani tidak sederhana. Para peserta harus melewati tahapan verifikasi kesehatan, parade dan peraturan baris berbaris (PBB), penilaian kepribadian dan psikologi, aspek minat dan bakat, hingga wawancara.

Persaingan yang ketat juga dirasakan langsung oleh Gayatri.

"Persaingannya ketat, tapi saingannya teman semua," ungkapnya.

Di balik pencapaiannya hari ini, kecintaan Gayatri terhadap dunia paskibraka ternyata sudah tumbuh sejak kecil.

Ketertarikannya bermula saat masih duduk di bangku sekolah dasar karena gemar mengikuti kegiatan gerak jalan.

Memasuki kelas X SMA, ia mulai serius menekuni bidang tersebut dengan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibraka di sekolah.

Awalnya, target Gayatri cukup sederhana.

“Tadinya hanya berharap bisa lolos sampai provinsi, ternyata melebihi ekspektasi sampai seleksi nasional,” ujarnya.

Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dan kemauan dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih besar.

Ingin Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka

Meski telah memastikan diri menjadi anggota Paskibraka Nasional, Gayatri masih menyimpan target berikutnya.

Ia berharap nantinya dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki bendera pusaka saat upacara kenegaraan di Istana Negara.

"Tentu harapan ke depan, bisa maksimal. Sebagai paskibraka, tentu harapannya agar bisa membawa baki (bendera pusaka)," katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Gayatri kini fokus mempersiapkan diri.

"Persiapan mental dan fisik saja sekarang. Nanti berangkat ke Jakarta mungkin pertengahan Juli," ungkapnya.

Selain latihan fisik, ia juga melakukan persiapan secara mandiri dengan mempelajari berbagai video terkait tugas dan tanggung jawab anggota Paskibraka.

“Harus siap secara fisik dan mental. Saya juga belajar lewat video-video tentang tugas paskibraka,” katanya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.