TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM – Nama Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani menjadi perhatian publik setelah resmi terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional 2026 mewakili Provinsi Bali.
Siswi berusia 17 tahun dari SMAN 1 Kubu, Kabupaten Karangasem tersebut akan bertugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.
Meski berhasil mencapai level tertinggi dalam dunia Paskibraka, Gayatri mengaku sempat diliputi keraguan saat mengikuti proses seleksi nasional.
Nama: Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani
Usia: 17 tahun
Asal: Banjar Dharma Winangun, Desa Tianyar, Kabupaten Karangasem, Bali
Sekolah: SMA Negeri 1 Kubu, Karangasem
Prestasi: Lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili Bali
Target saat bertugas: Menjadi pembawa baki bendera pusaka di Istana Negara
Komang Gayatri mengaku tidak pernah menyangka bisa melangkah sejauh ini.
Baca juga: Sosok Ni Komang Gayatri: Lolos Paskibraka Nasional 2026, Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Negara
Saat ditemui di sela penutupan Karangasem Festival, Senin malam 23 Juni 2026, Gayatri tampak masih menyimpan rasa haru atas pencapaiannya.
"Ada ragu sedikit sebenarnya (mewakili Bali sebagai anggota Paskibraka). Tapi saya yakin (lolos)," ujarnya.
Gayatri lolos bersama I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMA Negeri 1 Kuta Utara, Badung setelah mengikuti verifikasi tingkat pusat di Jakarta pada 15–19 Juni 2026.
Seleksi yang dijalani tidak sederhana. Para peserta harus melewati tahapan verifikasi kesehatan, parade dan peraturan baris berbaris (PBB), penilaian kepribadian dan psikologi, aspek minat dan bakat, hingga wawancara.
Persaingan yang ketat juga dirasakan langsung oleh Gayatri.
"Persaingannya ketat, tapi saingannya teman semua," ungkapnya.
Di balik pencapaiannya hari ini, kecintaan Gayatri terhadap dunia paskibraka ternyata sudah tumbuh sejak kecil.
Ketertarikannya bermula saat masih duduk di bangku sekolah dasar karena gemar mengikuti kegiatan gerak jalan.
Memasuki kelas X SMA, ia mulai serius menekuni bidang tersebut dengan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibraka di sekolah.
Awalnya, target Gayatri cukup sederhana.
“Tadinya hanya berharap bisa lolos sampai provinsi, ternyata melebihi ekspektasi sampai seleksi nasional,” ujarnya.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dan kemauan dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih besar.
Meski telah memastikan diri menjadi anggota Paskibraka Nasional, Gayatri masih menyimpan target berikutnya.
Ia berharap nantinya dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki bendera pusaka saat upacara kenegaraan di Istana Negara.
"Tentu harapan ke depan, bisa maksimal. Sebagai paskibraka, tentu harapannya agar bisa membawa baki (bendera pusaka)," katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Gayatri kini fokus mempersiapkan diri.
"Persiapan mental dan fisik saja sekarang. Nanti berangkat ke Jakarta mungkin pertengahan Juli," ungkapnya.
Selain latihan fisik, ia juga melakukan persiapan secara mandiri dengan mempelajari berbagai video terkait tugas dan tanggung jawab anggota Paskibraka.
“Harus siap secara fisik dan mental. Saya juga belajar lewat video-video tentang tugas paskibraka,” katanya.
Gayatri merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Sebelumnya, sang ibu, Ni Wayan Sudi, mengaku sangat bangga atas capaian putrinya yang berhasil menembus seleksi nasional.
Keberhasilan ini juga menjadi catatan sejarah bagi sekolahnya.
Kepala SMA Negeri 1 Kubu, I Ketut Suba, menyebut pencapaian Gayatri sebagai prestasi perdana sekolah di tingkat nasional untuk ajang Paskibraka.
“Ini pertama kalinya siswa kami lolos ke seleksi Paskibraka tingkat nasional. Tentu menjadi kebanggaan luar biasa bagi sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa sekolah di wilayah desa juga mampu bersaing dan mencetak prestasi di tingkat nasional.
“Sekolah di desa juga bisa berprestasi. Yang penting ada kemauan dan motivasi dari siswa sendiri,” katanya.
Kini perjalanan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani masih berlanjut.
Dengan mimpi menjadi dokter dan tekad membawa nama baik Karangasem serta Bali, ia bersiap menjalani pemusatan latihan di Jakarta sebelum menjalankan tugas bersejarah mengibarkan Merah Putih di Istana Negara.
(*)