Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama libur sekolah. Dampakanya negara bisa menghemat triliunan rupiah dari keputusan ini.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN NTB, Eko Prasetyo mengatakan selama libur ini seluruh anggaran operasional makan bergizi gratis (MBG) turut dihentikan, termasuk gaji pegawai dapur yang selama ini menyiapkan makanan untuk para siswa hingga ibu hamil.
"Tidak (dapat insentif) no service no pay, sesuai dengan surat edaran (SE) nomor 12 itu," kata Eko, Rabu (23/6/2026).
Untuk di NTB kata Eko penghematan dari berhentinya operasional ini bisa mencapai Rp87 miliar lebih, sebab ada 808 titik SPPG yang saat ini beroperasi di NTB. Penghematan ini berasal dari insentif yang diberikan pemerintah sebesar Rp6 juta perhari.
Berbeda dengan pekerja lainnya, Kepala SPPG tetap menerima gaji selama libur tersebut. Karena mereka sudah termasuk aparatur sipil negara (ASN), selama libur ini juga mereka diminta untuk melakukan evaluasi-evaluasi terhadap operasional yang selama ini berjalan.
"Mereka harus melakukan identifikasi-identifikasi infrastruktur-infrastruktur mana yang harus diperbaiki, untuk meminimalisir kontaminasi, itu yang harus dilaporkan, termasuk evaluasi pembiayaan," kata Eko.
Baca juga: FITRA Sebut Pembenahan Tata Kelola MBG Perlu Jadi Perhatian Serius
Sebagai informasi untuk saat ini BGN menghentikan pendirian dapur MBG baru di seluruh Indonesia, ini dilakukan karena banyaknya calon mitra yang sudah mendaftar di portal dan sedang dilakukan validasi.
(*)