TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Film berjudul 180 Chapter "Emak", merupakan sebuah karya film layar lebar drama keluarga yang diadaptasi dari novel karya Drh. Cecep Moch. Wahyudin.
Mengangkat kisah inspiratif yang berfokus pada sosok ibu dan dinamika kehidupan keluarga, film ini merupakan hasil kolaborasi SMX School of Maker Bogor dan Askara Nalini Film.
Selain itu, proses kreatif pembuatannya juga melibatkan siswa dan alumni SMX School of Maker Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menghadiri gala premiere film 180 Chapter "Emak" di XXI Botani Square Bogor, Senin (22/6/2026).
Jenal Mutaqin mengaku, dari teaser yang ditampilkan, film tersebut sudah menggambarkan pesan yang kuat dan sarat makna, sehingga menjadikannya sebuah karya seni yang bernilai.
“Pendidikan tidak hanya didapat dari sekolah, tetapi juga dari lingkungan, orang tua, dan pergaulan. Anak-anak tentu memiliki banyak hal yang ingin mereka ketahui dari kehidupan yang mereka jalani,” kata Jenal Mutaqin.
Ia berharap film ini dapat menjadi bahan renungan bagi siapa saja yang menontonnya, terutama dalam aspek pengasuhan anak (parenting).
Berdasarkan sinopsisnya, film ini berfokus pada dinamika dan kompleksitas hubungan antara seorang ibu dan anaknya.
Tokoh Emak digambarkan sebagai sosok penuh pengorbanan yang melewati berbagai rintangan demi masa depan dan kebahagiaan anaknya.
Alur cerita menyoroti pergulatan batin, nilai-nilai pengasuhan, serta bagaimana cinta seorang ibu menjadi jangkar bagi sang anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Tentunya ini adalah sebuah karya yang sangat kami apresiasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pembuatan film ini,” ujar Jenal Mutaqin.
Kepala SMX School of Maker, Astri Anisah Padni, menambahkan bahwa keterlibatan salah seorang siswanya dalam produksi film tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah.
“Menjadi bagian dari tim produksi, ia mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkolaborasi langsung dengan para pelaku industri kreatif dalam proses pembuatan film,” kata Astri.