Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mendukung program ketahanan pangan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan memanfaatkan lahan tidur sehingga bisa menjadi proyek percontohan bagi kementerian dan lembaga lainnya.

Menurut dia, program tersebut menjadi sangat penting, terutama dalam menghadapi situasi global saat ini yang berdampak pada sektor perekonomian serta ketahanan pangan.

"Selamat kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mudah-mudahan ini (program ketahanan pangan-red) menjadi pilot project bagi seluruh kementerian lainnya, termasuk satuan-satuan yang ada yang bisa dimanfaatkan untuk keberlangsungan ketahanan pangan itu sendiri," kata Dudung dalam forum diskusi terarah (FGD) bertajuk "Pemanfaatan Lahan Idle untuk Mendukung Ketahanan Pangan" di Kemenimipas, Jakarta, Selasa.

Dudung hadir sebagai penanggap dalam FGD yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia terhadap implementasi program ketahanan pangan di Kemenimipas.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu mencermati berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam keberlangsungan program ketahanan pangan di Kemenimipas, salah satunya pemanfaatan lahan tidur milik negara.

"Tadi disebutkan ada sekitar 8,6 juta hektare lahan tidur yang bisa dimanfaatkan dan ada 25 ribu warga binaan yang bisa menjadi sumber daya untuk mengelola lahan tersebut," ujarnya.

KSP siap mengomunikasikan dengan kementerian dan lembaga terkait yang memiliki lahan tidur untuk bisa dikelola guna mendukung program strategis nasional bidang ketahanan pangan.

Menurut dia, pemanfaatan lahan idle untuk ketahanan pangan itu perlu didukung karena menyangkut dengan kepentingan masyarakat luas bukan untuk perorangan ataupun kelompok.

"Nanti akan saya koordinasikan, saya komunikasikan. Karena lahan-lahan itu dimanfaatkan juga untuk kepentingan masyarakat bukan perorangan, kelompok maupun organisasi," ujarnya.

Dudung menekankan harus ada fleksibilitas dalam mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan sehingga kementerian dan lembaga bisa fokus membangun ketahanan pangan yang berdampak.

Sementara itu, Kemenimipas menggandeng Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI melakukan penelitian terkait implementasi program ketahanan pangan yang dilaksanakan.

Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan penelitian tersebut sangat penting untuk mengukur sejauh mana program tersebut berdampak tidak hanya bagi warga binaan pemasyarakatan tetapi juga masyarakat sekitar.

Menurut dia, hasil penelitian ini memberikan gambaran objektif terhadap capaian, potensi tantangan, rekomendasi yang perlu menjadi perhatian bersama jajarannya dan mitra terkait (DPR dan pemerintah).

"Hasil penelitian ini menunjukkan program yang telah berjalan memiliki potensi untuk terus dikembangkan, baik dari aspek produktivitas, pemberdayaan sumber daya manusia, maupun kontribusi terhadap ekonomi lokal maupun, insyaallah berkontribusi secara nasional," ujarnya.

Kemenimipas telah memanfaatkan lahan tidur yang berada di unit kerja, seperti lapas dan rutan, untuk menjalankan program kemandirian pangan guna mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.

Setidaknya sebagian besar lapas dan rutan, serta kantor imigrasi telah menjalankan program kemandirian pangan tersebut. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan di lapas dan rutan, juga dipasarkan ke masyarakat hingga menembus pasar ekspor.