Ansyari Ungkap Cara Tim Pelatih Bangkitkan Mental PSS Sleman Saat Terpuruk di Championship 2025
Joko Widiyarso June 23, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perjalanan PSS Sleman menuju promosi ke Super League 2026/2027 tidak berlangsung mulus, terdapat perjuangan panjang yang diwarnai pasang surut performa sepanjang musim Championship 2025/2026.

Jika ditelaah lebih dalam, perjalanan PSS musim lalu terbagi dalam tiga fase berbeda. Pada putaran pertama, tim tampil impresif dengan menyapu bersih enam pertandingan awal dengan kemenangan. 

Namun, performa mereka mulai melambat dalam tiga laga berikutnya setelah meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Dari sembilan pertandingan putaran pertama, PSS tetap mampu mengumpulkan 20 poin dan bertengger di puncak klasemen sementara.

Tantangan terbesar justru datang pada putaran kedua. Perolehan poin tim asuhan Ansyari Lubis menurun cukup drastis. 

Dari sembilan pertandingan, Gustavo Tocantins dan kawan-kawan hanya mampu mengoleksi 16 poin. Situasi tersebut sempat membuat PSS turun ke peringkat ketiga klasemen.

Meski demikian, PSS berhasil bangkit pada putaran ketiga. Mereka kembali menemukan performa terbaik dan meraih 20 poin dari sembilan pertandingan terakhir. 

Hasil itu mengantarkan Elang Jawa mengunci posisi puncak klasemen sekaligus memastikan promosi ke Super League 2026/2027 berkat keunggulan head-to-head atas Persipura Jayapura.

Di balik kebangkitan tersebut, Ansyari Lubis mengungkapkan bahwa aspek mental menjadi salah satu perhatian utama tim pelatih. Menurutnya, pemain tidak boleh terus-menerus dibebani ketika sedang berada dalam performa buruk.

“Kalau masalah mental itu kan ketika tim lagi kalah dan kita mulai latihan, ya kita semua menjaga mental pemain. Misalnya kita bermain jelek, ya kita tidak langsung memvonis mereka,” kata Ansyari, Selasa (23/6/2026).

Fokus tim pelatih 

Mantan pelatih kepala PSMS Medan itu menjelaskan, fokus tim pelatih bukan mencari kambing hitam ketika hasil buruk datang, melainkan membantu pemain segera bangkit untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

“Jadi gimana caranya membangkitkan mental kita yang jatuh untuk kita survive di pertandingan berikutnya. Dan itu selalu disampaikan juga oleh Coach Pieter Huistra. Pemain yang baik itu pemain yang bisa bangkit dalam keadaan susah, dalam keadaan kita terpuruk,” ujarnya.

Ansyari menyebut pendekatan personal menjadi salah satu kunci menjaga kepercayaan diri pemain. 

Bersama jajaran pelatih lainnya dan Pieter Huistra selaku direktur teknik, ia kerap berdiskusi secara langsung dengan para pemain, khususnya pemain lokal dan senior.

“Bagusnya Coach Pieter itu banyak menyerahkan komunikasi dengan pemain lokal kepada saya. Jadi personal kita datangi. Kenapa kok kamu mainnya jelek? Kadang mereka banyak alasan, tapi kita tidak bisa meng-judge mereka. Pendekatan kita ke pemain itu lebih soft,” jelasnya.

Mengingat tujuan awal

Menurut Ansyari, motivasi yang terus diulang kepada para pemain adalah mengingat kembali tujuan awal mereka bergabung dengan PSS Sleman, yakni membawa tim kembali ke Super League (Liga 1).

“Ketika kalian datang ke PSS Sleman, apa yang terpikir dari kalian ketika membawa PSS Sleman? Tentu kalian ingin lolos kan? Jadi ketika kalian punya semangat, punya kemauan untuk meloloskan tim ini ke Liga 1, itu terus harus kalian pelihara,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya rasa percaya diri dan suasana kekeluargaan yang terbangun di dalam tim sepanjang musim.

“Kalian harus percaya. Kalian punya kemampuan, kalian punya skill yang bagus, ditambah kekeluargaan kita kan bagus sekarang. Antara staf pelatih, pemain, manajemen, terutama manajer kita, semuanya saling mendukung dan memotivasi,” kata Ansyari.

Bagi Ansyari, momentum promosi tidak boleh ditunda. Ia menilai skuad PSS saat itu memiliki kualitas, kolektivitas, dan semangat yang cukup untuk segera kembali ke kasta tertinggi.

“Itu yang terus kita jaga karena kalau kita nunggu tahun depan, itu sudah susah. Sekaranglah saatnya kita untuk bisa naik lagi ke Liga 1, langsung. Karena dari segi kolektivitas dan permainan, kalau saya lihat, kita adalah tim yang terbaik,” pungkasnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.