Kasus Flu Singapura Muncul di OKI, Dinkes Minta Masyarakat Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat
tarso romli June 23, 2026 06:27 PM

 

Baca juga: Ada 3 Kasus Suspek Flu Singapura di OKU Timur, 2 Diantaranya Ada di Puskesmas Bangsa Negara

SRIPOKU.COM KAYUAGUNG – Seorang balita inisial AZ berusia 2 tahun di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dilaporkan mengalami gejala flu Singapura usai demam dan muncul bintil-bintil merah sejumlah bagian tubuh.

Kasus ini berdasarkan daftar 523 suspek hand, foot, and mouth disease (HFMD) tercatat di seluruh Provinsi Sumatera Selatan hingga pekan ke-23 tahun 2026.

"Memang benar ada seorang balita pasien di puskesmas Kutaraya mengalami keluhan demam selama 4 hari dan timbul bintik-bintik merah di telapak tangan dan telapak kaki, badan dan di mulut," ungkap Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes OKI, Agung Ibrahim melalui Kasi Surveilans, Ivan sewaktu ditemui pada Selasa (23/6/2026) siang

Berdasarkan dari hasil diagnosa dikeluarkan oleh rumah sakit umum daerah (RSUD) Kayuagung, Ivan menyatakan yang bersangkutan telah terinfeksi virus flu Singapura.

"Kami mendapat laporan diagnosa flu Singapura dari pihak rumah sakit yaitu minggu terakhir Mei 2026. Pasien sempat dirawat 3 hari dan kondisinya sekarang sudah sembuh dan pulang ke rumah," ungkapnya.

Dalam perawatan yang dijalani oleh  pasien, Ivan menjelaskan diberikan obat pereda demam dan sakit tenggorokan.

"Jenis pengobatan seperti biasanya obat penurun demam paracetamol, antibiotik, penghilang ruam (seperti cacar) dengan bedak atau salep,  obat sakit tenggorokan," ujarnya.

Menurutnya, flu Singapura tersebut merupakan penyakit musiman yang kerap terjadi saat pergantian musim atau pancaroba dan kerap terulang setiap tahunnya.

"Karena memang penyakit tersebut musiman dan setiap tahun ada satu atau beberapa pasien sama seperti penyakit cacar. Tepatnya saat memasuki musim pancaroba seperti sekarang ini," urainya.

Dijelaskan Ivan, gejala bagi pasien terjangkit flu Singapura yaitu sakit sariawan, muncul bintik-bintik ruam merah layaknya penyakit campak.

Serta mengeluarkan nanah di sekitar telapak tangan, telapak kaki dan pinggiran area mulut.

"Kalau tidak segera diobati penyakit ini bisa menjadi parah dan kalau pasien ada penyakit bawaan lain. Karena penyakit ini menyerang anak-anak, jadi sistem imun mereka bisa turun dan mengkhawatirkan," terangnya.

Dengan demikian, pihak Dinkes terus meningkatkan kewaspadaan dini dan respon cepat supaya seluruh puskesmas melalui petugas surveilans mengaktifkan pelaporan rutin mingguan untuk memantau laporan - laporan dari Puskesdes, puskesmas dan rumah sakit.

"Mencegah terjadinya kejadian serupa, kami imbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga pola makan bergizi dan nutrisi,"

"Terpenting orang tua harus selalu memantau imun tubuh dan kesehatan dari anak-anak mereka," pungkasnya.

Baca juga: Flu Singapura di Muba Capai 65 Kasus, Yuliani : Saya Kira Cacar dan Sariawan Biasa, Ternyata HFMD

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.