BANGKAPOS.COM, BANGKA – Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu kelompok yang turut menjadi sasaran berbagai modus penipuan digital dan investasi ilegal yang kini semakin marak terjadi.
Kondisi tersebut mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk ASN di Kabupaten Bangka Selatan.
Langkah itu dilakukan agar masyarakat lebih waspada dan tidak mudah terjebak pada tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Kepala Pengawas Industri Jasa Keuangan (IJK) OJK Provinsi Bangka Belitung, Soni Prima Nugroho mengatakan perkembangan teknologi digital turut diiringi dengan meningkatnya berbagai modus kejahatan keuangan.
Penipuan berbasis digital seperti phishing, scam hingga penawaran investasi ilegal terus berkembang dengan berbagai cara baru untuk menarik korban. Ancaman tersebut dapat menyasar siapa saja tanpa memandang latar belakang pekerjaan maupun tingkat pendidikan.
“Pentingnya edukasi dan sosialisasi terkait bahaya penipuan online serta investasi ilegal yang saat ini semakin marak terjadi di masyarakat,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Selasa (23/6/2026).
Soni Prima Nugroho menjelaskan masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima informasi maupun penawaran investasi yang beredar melalui media sosial, aplikasi pesan singkat maupun platform digital lainnya.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, masyarakat harus memastikan legalitas perusahaan dan produk yang ditawarkan. Selain itu, penting untuk memahami manfaat dan risiko yang melekat pada setiap instrumen investasi.
Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang baik sebagai fondasi dalam mencapai kesejahteraan finansial.
ASN dikenalkan dengan berbagai instrumen investasi yang legal, termasuk saham dan emas, serta strategi mengelola risiko di tengah dinamika perekonomian dan fluktuasi pasar. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ASN dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih rasional dan terukur.
“Perencanaan keuangan yang baik dan pemahaman terhadap instrumen investasi sangat penting agar masyarakat mampu mengelola risiko keuangan dengan bijak,” sebut Soni Prima Nugroho.
Soni menegaskan bahwa ASN memiliki peran strategis sebagai teladan di tengah masyarakat, termasuk dalam hal kepatuhan terhadap aturan dan pemanfaatan layanan keuangan yang legal. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus terus dijaga dalam menjalankan tugas sehari-hari. ASN juga diharapkan berani melaporkan apabila menemukan pelanggaran atau praktik yang berpotensi merugikan masyarakat di sektor jasa keuangan.
“Kami mengajak seluruh ASN untuk terus menjunjung tinggi profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas, serta berani melaporkan apabila menemukan pelanggaran atau praktik yang merugikan masyarakat di sektor jasa keuangan,” tegasnya.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, OJK berharap tingkat literasi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga mampu membentengi diri dari berbagai ancaman kejahatan finansial.
Pemahaman yang baik terhadap produk dan layanan keuangan diyakini menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah kerugian akibat penipuan maupun investasi ilegal. Dengan demikian, tercipta masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan terlindungi dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan.
“Masyarakat perlu memastikan setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK,” pungkas Soni Prima Nugroho.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)