Dunia Berputar Lebih Cepat, Bos Aprilia Tidak Bodoh Lihat Bezzecchi Terpuruk saat Marc Marquez Hebat Lagi
Wahid Fahrur Annas June 23, 2026 06:33 PM

DUCATI.COM
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, pada balapan MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026).

BOLASPORT.COM - CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengaku ada kekhawatiran setelah rival terberat mereka yakni Marc Marquez (Ducati Lenovo) meraih kemenangan back-to-back.

Marquez sukses memenangkan balapan pada GP Hungaria dan GP Ceko dan berhasil mengumpulkan total 69 poin dari dua seri tersebut.

Adapun hasil bertolak belakang dialami oleh tim Aprilia dalam dua seri terakhir, terutama kepada dua pembalapnya, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.

Martin dan Bezzecchi sama-sama gagal finis pada GP Hungaria.

Bezzecchi bahkan lebih buruk ketika dilarang ikut balapan pada GP Ceko yang membuatnya kehilangan poin dari dua balapan utama.

Pembalap Italia itu bahkan hanya mampu meraih tujuh poin saja dari dua seri balap terakhir.

Bagi Aprilia, penampilan Marquez yang kembali hebat meski setelah menjalani operasi dan absen pada dua seri GP Prancis dan Catalunya adalah ancaman.

Dunia berputar lebih cepat bagi Aprilia, padahal mereka baru merayakan kemenangan terakhirnya pada seri GP Italia dengan Bezzecchi dan Martin yang finis di posisi 1-2.

Marquez membalikkan keadaan setelah berhasil menyapu bersih kemenangan pada GP Hungaria dan memenangkan balapan GP Ceko dan finis ketiga pada Sprint.

Rivola mengetahui bahwa dua pembalapnya tidak meraih hasil sesuai rencana pada GP Hungaria dan GP Ceko.

Dia menyebut tim Aprilia tidak bodoh ketika sedang tidak mendapatkan hasil positif.

"Dengar, seperti yang selalu kukatakan, saat segalanya berjalan lancar, kita bukan pahlawan, dan saat tidak, kita juga bukan orang bodoh," kata Rivola kepada Moto.it.

"Kita hanya perlu bekerja tanpa memikirkan klasemen."

"Saya yakin kita punya motor yang kompetitif, tim pembalap yang kuat, mereka (Ducati) juga membuktikannya hari ini."

"Tentu saja kita harus terus berkembang, dan kita harus memberi apresiasi kepada Ducati, yang telah membuat lompatan besar, terlepas dari nasib sial kita," ujar Rivola.

Rivola menjelaskan Marquez akan lebih menakutkan setelah kondisinya sudah pulih.

Márquez sudah menakutkan saat kondisinya tidak prima, apalagi sekarang dia sudah pulih. Jadi, inilah situasi yang kita hadapi saat ini," tutur Rivola.

Rivola menyatakan perlu intropeksi setelah hasil mengecewakan dalam dua seri terakhir.

Apalagi, dua seri balap selanjutnya adalah GP Belanda dan GP Jerman, lintasan yang sama-sama menjadi favorit Marquez untuk menang.

Musim lalu, Marquez berhasil menyapu bersih kemenangan di Sirkuit Assen dalam Sprint dan balapan utama.

“Pertama-tama, saya pikir kita harus melihat ke dalam diri kita sendiri. Saya rasa kami khawatir, jika boleh saya katakan, dengan penampilan Marco Bezzecchi," ucap Rivola.

"Saya pikir Marc merupakan ancaman, dia tampil sangat baik, selamat untuknya dan Ducati."

"Saya rasa kita harus memperbaiki hal-hal yang tidak berjalan dengan baik pada akhir pekan-akhir pekan terakhir, dan kemudian kita bisa kembali kompetitif, seperti yang telah saya tunjukkan juga pada akhir pekan ini," tutur Rivola.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.