SRIPOKU.COM, LAHAT - Meski Kabupaten Lahat disebut sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Provinsi Sumatera Selatan, rupanya tersimpan pekerjaan rumah yang hingga kini masih belum terselesaikan.
Yakni, hasil produktivitas yang dinilai masih belum maksimal.
Berdasarkan data ATAP (angka tetap) tahun 2024, Dinas Perkebunan Sumsel mencatat, luas areal kopi robusta rakyat di Kabupaten Lahat mencapai 53.947,39 hektare.
Angka tersebut menempatkan Lahat sebagai daerah dengan luas perkebunan kopi terbesar kedua di Sumsel setelah Kabupaten OKU Selatan.
Baca juga: Upaya Pemkab Lahat Jadikan Kebun Entres Kopi Robusta di Desa Geramat Proyek Percontohan
Dari total areal tersebut, sebanyak 45.920,78 hektare merupakan tanaman menghasilkan, dengan total produksi mencapai 25.341,80 ton kopi robusta, digarap oleh 45 45.000 petaniau kepala keluarga.
Namun di balik besarnya luasan lahan tersebut, produktivitas kopi Lahat masih berada pada angka 551,86 kilogram per hektare.
Kepala Dinas Perkebunan Lahat, Vivi Anggraeni mengakui, potensi kopi robusta Lahat sangat besar, bahkan sektor kopi selama ini jadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat pedesaan di Kabupaten Lahat.
Hanya saja, untuk tingkat produktivitas, saat ini masih belum maksimal.
"Kondisi geografis, buat potensi kopi robusta di Lahat sangat besar, apalagi petani saat ini kian aktif mengelola kebun. Dari dua tahun lalu, kita sudah mulai fokuskan program pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen," ujar Vivi, Selasa (23/6/2026).
Vivi menyebut, sejumlah langkah strategis terus pihaknya lakukan, agar produktivitas kopi Lahat terus meningkat.
Mulai dari peremajaan tanaman tua, peningkatan kualitas bibit, hingga edukasi pola budidaya modern kepada para petani.
"Kami ingin kopi robusta Lahat tidak hanya unggul dari sisi luas lahan, tapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, melalui hasil produksi yang lebih optimal. Dengan begitu, ke depan kopi Lahat akan semakin memiliki daya saing dengan kopi lain," sampainya.