TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan- Penataan kawasan Bundaran Apollo di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, terus berlanjut.
Setelah puluhan bangunan liar PKL yang berdiri di atas saluran air dan sempadan jalan ditertibkan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) akan menormalisasi saluran drainase tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air yang selama bertahun-tahun tertutup bangunan liar sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal.
Selain itu, normalisasi juga diharapkan mampu mengurangi potensi genangan dan banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan Sarinah Rostief mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti penertiban yang telah dilakukan melakukan penataan dengan normalisasi saluran air.
Baca juga: Pemkab Pasuruan Roadshow Sertifikasi Halal Gratis, Dorong UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
Menurutnya, keberadaan bangunan di atas saluran drainase selama ini menjadi salah satu faktor yang menghambat fungsi aliran air sekaligus menyulitkan proses pemeliharaan dan pembersihan saluran.
“Menjalankan arahan Bapak Bupati, setelah bangunan liar ini tidak ada, kami akan melakukan normalisasi dan penataan saluran agar fungsi drainase kembali normal dan dapat bekerja lebih maksimal,” katanya, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan data, ada 22 bangunan liar yang ditertibkan di kawasan Bundaran Apollo.
Sebagian besar lapak tersebut digunakan untuk berjualan oleh-oleh khas, terutama klepon, dan berdiri di atas saluran air serta sempadan jalan.
Meski dilakukan penertiban, proses di lapangan berlangsung tertib dan kondusif.
Bahkan sejumlah pedagang membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas datang ke lokasi.
Baca juga: KSB PKB Pasuruan Resmi Ditetapkan, Konsolidasi Partai Diperkuat Menuju Kemenangan
Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk kesadaran dan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menata kawasan publik.
Kepala UPT Pandaan Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan Eko Nuryadi menjelaskan, normalisasi dilakukan tidak hanya untuk memperlancar aliran air, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman.
Menurutnya, kawasan yang sebelumnya dipenuhi bangunan liar akan dikembalikan sesuai fungsi awalnya sebagai saluran drainase dan ruang milik jalan.
“Fungsinya kami kembalikan seperti semula. Saluran akan dinormalisasi sehingga kawasan menjadi lebih tertata, tidak kumuh, dan yang terpenting tidak menimbulkan genangan maupun banjir ketika musim hujan,” ujarnya.
Ia menambahkan, terbukanya akses menuju saluran air juga akan memudahkan petugas melakukan pemeliharaan rutin, mulai dari pembersihan sedimen hingga pengangkatan sampah yang berpotensi menghambat aliran air.
Penataan Bundaran Apollo merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Selain memperlancar arus lalu lintas, langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan serta mengembalikan fungsi infrastruktur publik yang selama ini terganggu akibat keberadaan bangunan liar.