- Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto merespons dugaan mahasiswa Universitas Bung Karno diduga menerima suap Rp 20 juta agar tidak menggelar demo di Istana Negara.
Bambang mengatakan akan mengecek terkait informasi mahasiswa menerima suap setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan itu disampaikan Bambang pada Selasa (23/6) di Gedung DPR RI Jakarta.
Bambang menegaskan bahwa dirinya belum dapat memberikan komentar lebih jauh sebelum memperoleh informasi yang lengkap terkait kasus yang dimaksud.
Seperti diketahui Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp 20 juta dari oknum polisi.
Abdi merupakan salah satu dari 15 mahasiswa yang sempat bertemu dengan Gibran pada aksi demonstrasi pada Senin (15/6) lalu.
Saat itu Abdi beserta mahasiswa lain dari UBK dan sejumlah kampus lain diterima Gibran di Istana Wakil Presiden.
Abdi menyebut telah menerima uang Rp 20 juta dari pihak kepolisian untuk memndahkan titik aksi dari Istana.
Namun belum diketahui apakah uang tersebut diterima sebelum atau sesudah bertemu dengan Gibran.