TRIBUNSTYLE.COM - Semarang memiliki satu pasar sangat lawas yang sudah berdiri tahun 1939 berada di tengah-tengah kota Semarang.
Pasar Johar merupakan pasar bersejarah yang telah berdiri jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.
Pasar Johar Semarang tidak hanya dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan tradisional, tetapi juga menjadi surga kuliner yang menawarkan berbagai hidangan khas daerah.
Baca juga: Uniknya Soto Garing, Kuliner Khas Klaten yang Menarik Dicoba, Bupati Hamenang Beri Rekomendasi
Di kawasan pasar ini, terdapat sejumlah lapak dan kedai makanan yang tetap mempertahankan cita rasa autentiknya dari generasi ke generasi.
Bahkan, beberapa di antaranya telah beroperasi selama puluhan tahun dan masih menjadi tujuan favorit para pencinta kuliner hingga sekarang.
Soto Ayam Pak No merupakan salah satu kuliner legendaris di Pasar Johar yang telah bertahan sejak era 1970-an. Konsistensi rasa menjadi kunci mengapa soto ini tetap diminati hingga kini.
Seporsi soto disajikan dengan nasi, sayuran, mi, dan disiram kuah soto beraroma rempah yang diracik menggunakan resep rahasia turun-temurun.
Rasanya gurih, hangat, dan ringan, menjadikannya cocok disantap untuk sarapan maupun makan siang.
Dengan harga yang sangat terjangkau, Soto Ayam Pak No kerap menjadi pilihan pengunjung yang ingin menikmati kuliner tradisional tanpa harus menunggu lama.
Gudeg Bu Tini menjadi salah satu kuliner khas Jawa yang juga banyak dicari di Pasar Johar. Gudeg ini dikenal memiliki cita rasa manis-gurih yang seimbang dengan isian yang cukup lengkap.
Dalam satu porsi, pengunjung dapat menikmati gudeg nangka muda, suwiran ayam, krecek, telur, serta siraman kuah yang membuat rasanya semakin nikmat.
Sajian gudeg Bu Tini semakin lengkap dengan tambahan sambal yang menambah sensasi pedas.
Selain di Pasar Johar, Gudeg Bu Tini juga memiliki cabang di Jalan Abimanyu dan Jalan Kaligarang, Semarang, menandakan popularitasnya di kalangan pencinta kuliner lokal.
Kedai Katrin menawarkan aneka masakan nusantara dengan cita rasa autentik dan penggunaan bumbu yang melimpah.
Salah satu menu favoritnya adalah Nasi Goreng Babat yang dikenal bebas bau perengus, sehingga nyaman dinikmati oleh berbagai kalangan.
Selain itu, tersedia pula Kwetiaw Goreng dan Bakmi Rebus yang tak kalah menggugah selera.
Dengan rentang harga yang sangat ekonomis, Kedai Katrin menjadi pilihan ideal bagi pengunjung yang ingin makan kenyang tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Lokasinya yang berada di area Pasar Johar membuat kedai ini mudah dijangkau saat waktu makan siang.
Bagi pencinta minuman tradisional, Es Gempol Kencono adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan.
Berlokasi di Lantai 2 Pasar Johar Tengah, kedai legendaris yang dikelola oleh Pak Anhar ini telah lama menjadi primadona.
Dengan harga yang sangat terjangkau, minuman ini kerap menjadi pelepas dahaga sekaligus pengobat rindu akan cita rasa jadul khas Semarang.
Sate Kambing Bu Amini menjadi salah satu kuliner yang paling banyak diburu pengunjung Pasar Johar.
Meski menyandang nama sate kambing, warung ini juga menyediakan sate sapi serta tongseng yang tak kalah diminati.
Keistimewaan sate Bu Amini terletak pada proses pengolahan dagingnya yang direndam terlebih dahulu menggunakan nanas.
Cara ini membuat daging lebih empuk saat dibakar dan sama sekali tidak meninggalkan bau perengus.
Bumbu spesial racikan turun-temurun meresap sempurna ke dalam daging, menghasilkan rasa gurih yang kuat namun tetap seimbang.
Tak heran jika sate kambing Bu Amini kerap direkomendasikan sebagai salah satu kuliner wajib coba saat berkunjung ke Pasar Johar.
(Kompas.com)