Anak-anak di Mutiara Baca Kendari Diajarkan Kelola Uang Sejak Dini, Simbol Penghargaan pada Negara
Desi Triana Aswan June 23, 2026 10:46 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Duta Guru Cinta Bangga Paham Rupiah (CBPR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra), Lisa Albertina, mengedukasi anak-anak di Kota Kendari terkait cara mengelola uang dengan bijak.

Khususnya anak-anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mutiara Baca di Kelurahan Kassilampe, Kecamatan Kendari.

Kegiatan edukasi ini digelar pada, Selasa (23/6/2026). 

Menurut guru Matematika di MTsS Ummusshabri ini terdapat tiga nilai utama Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang perlu dibangun sejak masa kanak-kanak.

Nilai pertama yaitu Cinta Rupiah, dengan merawat uang sebagai wujud rasa sayang, seperti tidak melipat sembarangan, tidak mencoret, dan menyimpannya dengan rapi. 

Kebiasaan sederhana tersebut merupakan bentuk nyata dari nilai Cinta Rupiah.

"Merawat uang Rupiah adalah bentuk penghargaan terhadap simbol negara kita. Ini yang pertama kali saya tanamkan kepada anak-anak," kata Lisa, Selasa (23/62026).

Nilai kedua yaitu Bangga Rupiah, dengan mengenal dan memahami keaslian uang. 

Untuk memperkuat nilai Bangga Rupiah, Lisa mengembangkan permainan edukatif bertajuk Detektif Rupiah yang diterapkan di sejumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Kendari.

Permainan ini ditujukan bagi anak-anak yang sudah mampu membaca dan menulis. 

Baca juga: Geram Uang Hasil Kerja Kerasnya Digelapkan, Fuji Sudah Tak Sudi Bicara dengan Mantan Adminnya

Melalui aktivitas tersebut, anak diajak mengamati uang Rupiah secara langsung, mengenali ciri-ciri keaslian uang, serta memecahkan berbagai tantangan sederhana layaknya seorang detektif.

"Dengan permainan itu, saya mengajak anak-anak mengenali ciri-ciri keaslian uang, serta mengenali kebudayaan Indonesia yang ada di dalam uang Rupiah. Mereka juga diajak mengamati langsung uang Rupiah serta mendengarkan cerita yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar materi lebih mudah dipahami," jelasnya.

Sementara itu, bagi anak-anak usia dini yang belum lancar membaca dan menulis, Lisa menggunakan berbagai aktivitas yang lebih sesuai dengan perkembangan mereka.

Seperti mewarnai gambar bertema Rupiah, belajar menulis, bermain labirin, serta mencocokkan gambar uang Rupiah dengan nominal yang tepat. 

“Seluruh aktivitas tersebut dirancang dengan muatan edukasi CBPR sehingga anak tetap dapat belajar sambil bermain,” tuturnya.

Adapun nilai yang terakhir, yaitu Paham Rupiah, dengan mengelola uang dengan bijak. 

Nilai ini diwujudkan melalui edukasi pengelolaan keuangan sederhana yang mudah dipahami anak-anak. 

Selain mengenal uang, mereka juga diajak memahami cara menggunakan uang secara bijak.

Dengan menyusun prioritas belanja, dan mengajak anak-anak menyisihkan sebagian uang untuk ditabung sebelum digunakan.

"Menabung juga memberi pemahaman tentang pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. Ini langkah sederhana namun efektif dalam membentuk karakter finansial anak," ujarnya.

Pegiat literasi di Kendari ini berharap, melalui internalisasi nilai-nilai CBPR sejak dini, anak-anak tidak hanya mampu mengenal dan menggunakan uang dengan baik.

Namun juga tumbuh menjadi generasi yang menghargai Rupiah, bangga terhadap mata uang negaranya, serta memiliki kebiasaan finansial yang sehat hingga dewasa.

"Dari aktivitas sederhana seperti merawat uang, mengenali keaslian Rupiah, hingga belajar menabung, anak-anak sedang membangun fondasi karakter yang akan mereka bawa sepanjang hidup. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang benar-benar Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.