Di Hadapan Ulama NU, Prabowo Bongkar Kebocoran Anggaran Rp2.500 Triliun dan Rencana Tutup 700 BUMN
Sarah Elnyora Rumaropen June 24, 2026 12:45 AM

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan paparan yang mengejutkan publik saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) di Institute Agama Islam (IAI) Syaikhona Kholil, Desa Martajasah, Kota Bangkalan, Madura, Jawa Timur pada Selasa (23/6/2026). 

Dengan nada tegas dan berapi-api, kepala negara membeberkan berbagai borok sistem perekonomian bangsa selama 18 bulan masa kepemimpinannya sebagai Presiden.

Di hadapan para kiai dan ulama, Prabowo secara blak-blakan membongkar adanya kebocoran anggaran negara yang ditaksir mencapai angka Rp2.500 triliun setiap tahunnya.

Selain itu, Prabowo juga membahas pengambilalihan jutaan hektar lahan pertanian kelapa sawit, aktivitas tambang emas dan nikel ilegal, hingga penyebab masyarakat Indonesia jatuh ke kubangan kemiskinan.

Kebocoran Anggaran Rp2.500 Triliun

Di hadapan para ulama, kiai, dan jajaran menteri yang hadir, Presiden Prabowo secara blak-blakan menguliti akar masalah yang membuat anggaran negara selalu tekor dan berimbas pada kesejahteraan para aparatur sipil negara serta tenaga pendidik.

Prabowo menjabarkan secara rinci nominal kerugian negara akibat kebocoran anggaran dan menegaskan komitmennya untuk memangkas ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi parasit bagi keuangan negara.

Baca juga: Warga Sidoarjo Cemas Air Rembesan Tanggul Lapindo Mulai Muncul di Kaki Tanggul Porong

"Karena uang (anggaran) nya tidak ada, diambil terus. Kebocoran-kebooran kita hitung sebesar Rp 150 milar setiap bulan, Rp 2500 triliun tiap tahun" jelasnya. 

"Ini sedang saya perbaiki semua. Termasuk saya akan menutup sekitar 700 BUMN, sebelumnya 240 BUMN telah saya tutup karena rugi. Jadi saya perintahkan, selidiki semuanya, tidak ada kergau-raguan dari kita," lanjutnya.

"Negara Tambah Kaya, tapi Rakyat Tambah Miskin"

Prabowo juga memaparkan sejumlah angka yang disebutnya tidak menyenangkan bagi banyak pihak.

Namun, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk membeberkan realita pertumbuhan ekonomi lima persen per tahun yang justru bertolak belakang dengan kondisi perekonomian masyarakat di lapangan.

"Angka itu saya peroleh setelah dua cloud menjabat sebagai presiden. Kenyataannya bahwa setelah tujuh tumbuh 5 persen, masak angka kemiskinan bertambah" urainya. 

"Negara tambah kaya tapi rakyatnya tambah miskin, ini sesuatu yang aneh dan anomali. Kelas menengah yang sudah lepas dari kemiskinan malah kembali turun," paparnya disambut tepuk tangan para undangan.

Baca juga: Demo MBG: Emak-emak di Jakarta Ngaku Dibayar Rp100 Ribu, 3.000 Pekerja SPPG Geruduk Pemkab Lamongan

Fakta lain yang membuat Prabowo miris, ternyata hanya segelintir orang yang bertambah kaya di tengah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen dalam tujuh tahun terakhir.

Dalam hemat Prabowo, kondisi itu disebabkan karena sistem yang keliru karena masyarakat miskin bertambah dan masyarakat kelas menengah kembali turun menjadi masyarakat ekonomi rendah.

Prabowo menegaskan, ketika pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati segelintir orang merupakan kondisi yang tidak sesuai dengan cita-cita proklamator, kemerdekaan, dan tidak sesuai dengan keinginan pendiri Bangsa Indonesia.

"Kita ingin rakyat hidup dalam kemakmran dan kemakmuran tidak bisa dengan sistem (keliru) seperti ini. Sumpah saya kepada rakyat sesuai dengan sumpah saat dilantik," tegas Prabowo.

Sentil Penolak MBG, Live Streaming Tiba-tiba Terputus

Namun ketika Prabowo memaparkan tentang banyaknya penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diungkapkan melalui aksi demonstrasi, hingga pernyataan sejumlah elemen masyarakat, tayangan live streaming tiba-tiba terputus.

"Aneh, ada demo yang menentang MBG, MBG ini untuk membanu orang yang sulit dan susah. Kalau yang sudah kaya tidak usah terima MBG, tidak ada kewajiban terima MBG. Tetapi banyak anak tidak makan saat berangkat sekolah, bahkan ada MBG yang dibawa pulang untuk adik, ibu, dan neneknya," papar Prabowo.

Tidak lama kemudian, live streaming pidato Prabowo terputus.

Baca juga: Ribuan Pekerja MBG Demo di Lamongan, Desak Program Dilanjutkan, saat Berhenti Banyak Orang Nganggur

Tidak hanya itu, para awak jurnalis yang berada di area kursi deretan belakang juga diminta keluar tenda oleh sejumlah pria berbadan tegap mengenakan pakaian berwarna krem dan celana berwarna hitam.

Kondisi ini membuat para awak jurnalis kebingungan.

"Tidak tahu kenapa kita disuruh keluar, ternyata pengeras suara di luar tenda juga mati," ungkap seorang jurnalis televisi sambil saling tatap dengan awak jurnalis lain yang telah diundang untuk peliputan.

Diguyur Hujan Deras, Iring-iringan Tinggalkan Lokasi

Sekitar 5 menit kemudian, hujan deras menerjang lokasi Penutupan Munas-Konbes NU yang dihadiri Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial KH Saifullah Yusuf, serta Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.

Adapun Prabowo didampingi sejumlah menteri, di antaranya Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.

Di tengah derasnya hujan, Prabowo 'menghilang' dari perhatian para awak jurnalis karena pidatonya ternyata telah usai.

Rombongan mobil iring-iringan Prabowo meninggalkan lokasi saat hujan deras sehingga terlepas dari pantauan para awak jurnalis.

Banyak paparan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi perhatian serius publik maupun awak jurnalis saat disiarkan secara live streaming dalam acara tersebut.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.