TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA mengingatkan pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu membentuk manusia yang utuh.
Dimana, manusia utuh bermakna cerdas intelektual, kokoh moral, kuat spiritual, serta memiliki kepedulian sosial dan kebangsaan yang tinggi.
Hal itu disampaikan Jazuli saat menghadiri acara Kenaikan Kelas dan Wisuda Perguruan Mathla'ul Anwar Teluk Ambulu, Kabupaten Karawang, Selasa (23/6/2026).
Jazuli mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan.
Karena itu, lembaga pendidikan harus mampu menyiapkan peserta didik yang adaptif dan memiliki daya saing tinggi.
"Dunia yang akan kalian hadapi lima atau sepuluh tahun ke depan sangat mungkin berbeda dengan dunia hari ini. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar. Kuasai ilmu pengetahuan, teknologi, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Jadilah generasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan, tanpa kehilangan akhlak dan jati diri," katanya.
Anggota DPR itu menegaskan bahwa Mathla'ul Anwar akan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kompetensi masa depan.
"Kita ingin melahirkan generasi yang bukan hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan; bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta inovasi; bukan hanya sukses secara pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan," katanya.
Dalam acara tersebut, Jazuli didampingi Ketua Majelis Amanah KH. Embay Mulya Syarif, Ketua Majelis Fatwa Prof. Dr. KH. Syibli Sarjaya, Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan KH. Zaenal Abidin Suja'i, Lc., serta Bendahara Umum H. Ulfi Khadafi.
Acara dihadiri sekitar 1.600 peserta yang terdiri atas siswa-siswi, wali murid, alumni, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Perguruan Mathla'ul Anwar Teluk Ambulu berdiri di atas lahan seluas 12.000 meter persegi dan menyelenggarakan pendidikan secara lengkap mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Jazuli mengatakan perguruan ini memiliki makna yang sangat istimewa karena menjadi tempat beliau menempuh pendidikan pada jenjang MTs dan Aliyah.
Jazuli Juwaini mengenang masa-masa ketika belajar di Perguruan Mathla'ul Anwar Teluk Ambulu.
Jazuli bernostalgia tentang kondisi sekolah yang saat itu sangat sederhana dengan berbagai keterbatasan sarana dan fasilitas.
"Saya berdiri di hadapan anak-anakku sekalian bukan sebagai orang yang lahir dari kemewahan. Saya adalah bagian dari sejarah perguruan ini. Saya pernah duduk di ruang-ruang kelas sederhana, belajar dengan segala keterbatasan, dan bermimpi seperti kalian hari ini. Namun saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi."
Jazuli menegaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh seberapa megah sekolahnya, melainkan oleh kesungguhan belajar, kekuatan karakter, kedisiplinan, keikhlasan orang tua, keberkahan ilmu, serta keteguhan dalam menjaga cita-cita.
"Kalian boleh berasal dari kampung. Kalian boleh belajar dari sekolah yang sederhana. Tetapi cita-cita kalian tidak boleh sederhana. Bermimpilah setinggi langit, bermimpilah yang besar karena Allah tidak pernah membatasi rahmat dan kesempatan bagi hamba-Nya yang mau berusaha."
Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar juga menegaskan bahwa pendidikan Mathla'ul Anwar harus melahirkan generasi yang memiliki tiga kekuatan utama sekaligus: kuat keislamannya, kuat keindonesiaannya, dan unggul kompetensinya.
"Anak-anak kita harus bangga menjadi Muslim yang taat dan berakhlak mulia. Mereka juga harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, mencintai tanah air, menghormati keberagaman, menjaga persatuan, serta siap mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa. Keislaman dan keindonesiaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling menguatkan dalam membangun peradaban yang maju dan berkeadaban."
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Jazuli Juwaini berpesan agar senantiasa menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada Allah SWT dan sarana memberikan manfaat bagi sesama.
"Jangan pernah minder menjadi anak Mathla'ul Anwar. Dari lembaga inilah lahir banyak tokoh, ulama, akademisi, pemimpin, dan profesional yang mengabdi di berbagai bidang. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan membawa nama baik keluarga, masyarakat, bangsa, dan Mathla'ul Anwar."
Mengakhiri sambutannya, Jazuli menyampaikan pesan yang disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.
"Jika hari ini kalian belajar dengan sungguh-sungguh, maka beberapa tahun ke depan kalianlah yang akan berdiri di tempat ini, membawa kebanggaan bagi orang tua, guru, masyarakat, dan Mathla'ul Anwar. Jangan pernah meremehkan mimpi yang lahir dari ruang kelas sederhana, karena masa depan yang besar sering kali berawal dari tempat yang sederhana pula dan kondisi yang tidak mudah," kata Jazuli.