TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Patroli Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan 11 remaja saat patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (22/6/2026) dini hari.
Selain mengamankan 11 remaja, petugas juga membawa lima sepeda motor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kendaraan tersebut diamankan lantaran sejumlah pengendara tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan saat dilakukan pemeriksaan.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan patroli gabungan digelar sebagai upaya mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam hingga dini hari.
"Patroli gabungan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas. Setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Henik dalam keterangannya Selasa (23/6/2026).
Sebelum melakukan pengamanan, petugas menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta Timur.
Patroli tersebut menyasar berbagai potensi kejahatan jalanan, seperti tawuran, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Saat melintas di kawasan Taman Malaka Selatan, Duren Sawit, petugas menemukan sekelompok remaja yang tengah berkumpul menggunakan beberapa sepeda motor.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para remaja dan kendaraan yang mereka gunakan.
Dari hasil pemeriksaan, sejumlah pengendara tidak dapat menunjukkan dokumen kendaraan.
Baca juga: Pertebal Personel Pengamanan, Polda Metro Jaya Minta Pendemo Tertib
Sebanyak 11 remaja beserta lima sepeda motor tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Duren Sawit guna menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Henik menegaskan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Selama pelaksanaan patroli, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif.
Brimob Polda Metro Jaya juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari.
Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan kepolisian melakukan berbagai langkah preemtif dan preventif.
Termasuk penegakan hukum sebagai upaya terakhir.
Polisi juga telah mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
"Kalau kita berbicara secara statistik, kejahatan-kejahatan jalanan, kita mengubah diksi itu agar tidak menimbulkan fear of crime atau rasa takut dan kekhawatiran di masyarakat," kata Budi.
Ia menuturkan masyarakat dapat melihat berbagai upaya yang dilakukan kepolisian untuk menjaga keamanan, mulai dari peningkatan patroli hingga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan pos kamling.
Selain itu, kata dia, kepolisian juga terus memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menciptakan rasa aman dan nyaman.
"Masyarakat bisa menilai bagaimana tingkat patroli yang dilakukan, bagaimana mengaktifkan kembali siskamling dan pos-pos kamling. Ini juga bentuk edukasi dan literasi kepada masyarakat bahwa pemerintah dan kepolisian hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman," ujarnya.
Budi menegaskan, apabila terjadi tindak pidana, Polda Metro Jaya khususnya Ditreskrimum akan bergerak cepat melakukan pengungkapan kasus.
"Beberapa kasus yang viral maupun tidak viral dapat diungkap dengan cepat oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya," pungkasnya.
(*)