Tiebreaker Piala Dunia 2026: Bagaimana Tim Dapat Lolos ke Babak Berikutnya?
Agus Firmansyah June 24, 2026 03:42 AM

Piala Dunia kini memasuki tahap yang menuntut perhitungan rumit untuk menentukan tim mana yang akan melaju ke babak berikutnya. Turnamen tahun ini, yang diperluas menjadi 48 tim, telah mengubah format kompetisi secara mendasar serta cara kerja sistem tiebreaker di fase grup.

Salah satu perubahan besar adalah diperkenalkannya babak gugur tambahan, yaitu Babak 32 Besar, menggantikan sistem lama yang langsung menuju Babak 16 Besar. Struktur baru ini juga memberikan peluang tambahan bagi tim yang tidak berhasil finis di dua posisi teratas grup mereka untuk tetap bisa lolos ke fase berikutnya.

Piala Dunia kali ini menghadirkan format yang lebih besar dengan jumlah grup dan pertandingan yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Hingga akhir fase grup, total 72 pertandingan akan dimainkan dan 16 tim akan tersingkir. Dua tim teratas dari masing-masing 12 grup akan otomatis melaju, bersama delapan tim peringkat ketiga terbaik. Ini menjadi pertama kalinya sejak 1994—ketika hanya ada 24 tim peserta—bahwa tim peringkat ketiga kembali memiliki kesempatan untuk melaju ke babak gugur.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, FIFA akan memprioritaskan hasil pertemuan langsung (head-to-head) jika dua atau lebih tim memiliki jumlah poin yang sama.

Langkah-langkah penentuan peringkat akhir jika diperlukan tiebreaker akan diterapkan dalam urutan berikut:

— Hasil pertemuan langsung antara tim-tim yang memiliki poin sama.

— Selisih gol dalam pertandingan antar tim yang bersangkutan.

— Jumlah gol terbanyak yang dicetak dalam pertandingan tersebut.

— Selisih gol keseluruhan di semua pertandingan grup.

— Jumlah gol terbanyak yang dicetak di seluruh pertandingan grup.

— Jumlah kartu merah atau kuning paling sedikit (termasuk pelatih dan ofisial tim) selama fase grup.

— Peringkat FIFA.

Seiring semakin ketatnya persaingan fase grup, para pelatih, pemain, dan penggemar kini menghitung dengan cermat peluang tim mereka menuju babak gugur, terutama bagi yang bersaing untuk menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Selisih gol menjadi faktor penentu yang sangat penting.

Contohnya, peluang bersejarah Skotlandia untuk lolos dapat bergantung pada kemampuan mereka menghindari kekalahan besar melawan Brasil, setelah sebelumnya mengalahkan Haiti dan kalah dari Maroko.

Meskipun jumlah poin tetap menjadi faktor utama, apabila tim memiliki poin yang sama, selisih gol menjadi penentu pertama. Jika masih imbang, jumlah gol yang dicetak, catatan disiplin (jumlah kartu), dan terakhir peringkat FIFA akan menjadi faktor pembeda.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.