TRIBUNJABAR.ID, CIPARAY - Pelarian Taufik Hidayat, pelaku penyiksaan sadis terhadap kekasihnya YTR (29) di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dipenuhi rasa paranoid yang luar biasa.
Sebelum akhirnya diringkus jajaran Polda Jabar di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung pada Selasa (23/6/2026) malam, buron tersebut mengaku terus dihantui rasa takut yang mendalam.
Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan menceritakan, Taufik sempat kabur jauh ke luar provinsi hingga ke wilayah Tangerang demi bersembunyi.
Pelaku mengira Tangerang bisa menjadi tempat yang aman dari kejaran polisi.
Namun, di perantauan, kondisi psikologisnya justru terguncang akibat bayang-bayang kejahatannya sendiri.
"Taufik Hidayat sempat pergi ke Tangerang. Pelaku itu merasa bahwa Tangerang tempat yang aman. Tapi, di sana dia bingung dan merasa tak aman hingga kembali lagi ke Jabar," kata Irjen Rudi Setiawan di Mapolda Jabar Jl. Soekarno-Hatta No.748, Cimenerang, Kec. Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.
Alih-alih tenang, Taufik didera rasa paranoid akut.
Ia merasa tidak ada lagi tempat yang aman di dunia ini dan mencurigai setiap orang yang berpapasan dengannya.
Akibat kebingungan dan rasa takut yang terus menyergap, ia memutuskan kembali ke Jawa Barat untuk berlindung di rumah kerabatnya di Perumahan Griya Pesona, Ciparay.
"Kami sempat menanyakan ke Taufik ini, dia mengaku merasa takut, curiga sama semua orang, dan tak tahu mau ke mana hingga akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap," lanjut Kapolda.
Meski pelaku bersembunyi di tempat yang dianggapnya aman, polisi berhasil mengendus keberadaannya berkat jejak transaksi digital yang dilakukannya di wilayah Majalaya pada Selasa pagi.
Tim gabungan langsung mengepung kawasan tersebut hingga akhirnya membekuk pelaku tanpa perlawanan pada pukul 18.30 WIB.
Rasa paranoid yang menghantui pelaku kini berganti dengan dinding sel isolasi khusus ber-CCTV di Mapolda Jabar.(*)
Baca juga: Siksa Perempuan Rancaekek sampai Buta, Taufik Hidayat Salahkan Miras