Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali memicu kemarahan besar masyarakat di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.
Kali ini, seorang ayah tiri dikabarkan nekat melecehkan anak tirinya sendiri hingga berujung pada aksi pengepungan massal oleh warga yang naik pitam.
Peristiwa mencekam ini mencuat dan menjadi sorotan luas setelah disiarkan secara langsung melalui jaringan media sosial TikTok oleh akun @s***a dan Bibikbila pada Selasa malam (23/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku merupakan seorang pria paruh baya yang diperkirakan telah berumur 50 tahun.
Dugaan aksi bejat ini pertama kali terongkar setelah korban, seorang anak perempuan berinisial CY yang masih berusia 9 tahun atau duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD), memberanikan diri untuk mengadu kepada pihak keluarganya.
CY menceritakan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh ayah tirinya tersebut.
Mendengar pengakuan pilu sang anak, pihak keluarga bersama warga setempat langsung bergerak.
Untuk menghindari terjadinya aksi main hakim sendiri yang dapat berujung fatal, pihak kepala desa setempat langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan terduga pelaku di dalam kantor atau rumah kepala desa.
Namun, kabar tersebut dengan cepat menyebar luas hingga memicu berkumpulnya ratusan warga yang emosional di sekitar kediaman perangkat desa tersebut.
Situasi Tegang
Situasi mencekam di lokasi kejadian tergambar jelas melalui dua dokumentasi siaran langsung yang beredar di media sosial.
Rekaman video siaran langsung akun TikTok B***k B**a, memperlihatkan kerumunan massa yang berdesakan di tengah kegelapan malam.
Mereka mengepung sebuah rumah panggung kayu yang menjadi tempat perlindungan sementara terduga pelaku.
Massa tampak tertahan di luar pagar pembatas kayu.
Dalam rekaman tersebut, terdengar suara perbincangan yang mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian sebetulnya sudah tiba di lokasi kejadian, namun terduga pelaku masih belum dikeluarkan dari dalam rumah demi alasan keselamatan.
Dari siaran langsung akun @s***a, visual dari sudut pandang lain memperlihatkan kepadatan massa yang jauh lebih masif di halaman terbuka dekat pohon pepaya.
Suasana terdengar sangat riuh dan menegangkan lantaran emosi warga sudah berada di puncak.
Terdengar dengan jelas suara teriakan dari tengah kerumunan massa yang menuntut agar pelaku segera dihabisi atau dibunuh di tempat akibat perbuatan bejatnya.
Hingga saat ini, tim redaksi Tribunjambi.com masih terus berupaya menggali informasi lebih lanjut dan menghubungi pihak Kepolisian Resor (Polres) Batang Hari guna memastikan penanganan hukum serta kronologi resmi dari kasus tersebut.