TRIBUNJOGJA.COM - Aksi demo mahasiswa kembali dilakukan oleh massa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY di depan kantor DPRD DIY, Selasa (23/6/2026) sore.
Massa berharap seluruh fraksi di DPRD DIY akan keluar menemui mereka. Namun, yang muncul hanya dari lima fraksi, sedangkan fraksi dari partai penguasa tidak menemui massa.
“Hanya lima fraksi saja, kurang dua fraksi Partai Gerindra dan Golkar. Dua partai itu adalah partai penguasa saat ini. Kami minta dihadirkan semuanya,” terang koordinator aksi dihadapan para Fraksi DPRD DIY.
Dalam aksi damai itu, para mahasiswa membawa sembilan tuntutan.
Sembilan tuntutan yang diusung massa mahasiswa, yakni :
Berdasarkan laporan reporter Tribun Jogja pada Selasa, massa aksi tiba di gedung DPRD DIY pada pukul 15.12 WIB.
Massa langsung menggelar orasi dan membentangkan spanduk berisikan kritik terhadap pemerintah.
Kedatangan para mahasiswa itu untuk menagih komitmen Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD DIY, dimana pada aksi sebelumnya seluruh fraksi DPRD DIY bersedia berdialog.
Setelah menyampaikan orasinya, beberapa anggota fraksi di DPRD DIY datang menemui massa aksi.
Koordinator aksi mengabsen satu per satu para anggota dewan yang keluar menemui mereka.
Namun para mahasiswa merasa kecewa lataran dari tujuh fraksi di DPRD DIY, hanya lima fraksi yang hadir menemui mereka dalam aksi.
Massa pun menuntut fraksi yang belum muncul agar dihadirkan menemui pendemo. Massa menyuarakan 9 tuntutan berkaitan dengan kebijakan pemerintah.
Forum BEM DIY menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa bukan semata-mata untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk memastikan negara tetap berjalan sesuai amanat konstitusi, cita-cita Reformasi 1998, serta nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain menyampaikan 9 tuntutan, mereka juga menyuarakan tuntutan tambahan khususnya mengenai persoalan di DIY.
“Tuntutan tambahan dari kami kenakalan remaja harus dihilangkan biar polisi sesuai dengan fungsinya. Kemudian soal pemenuhan hak pendidikan di Jogja,” tegasnya. (HDA)