- Israel dinilai mustahil menghilangkan Hizbullah.
Mereka adalah ahli gerilya yang memiliki jaringan terowongan, bunker, posisi pertahanan bawah tanah, serta persediaan rudal dalam jumlah besar.
Mengutip Tribunnews pada (24/6), penilaian tiu hasil kajian dari Institute for the Study of War (ISW).
Di mana, mereka menilai kemampuan perang gerilya dan struktur komando yang tersebar membuat kemenangan militer musuh secara mutlak atas Hizbullah menjadi sangat sulit dicapai.
Mengingat, Hizbullah telah membangun jaringan terowongan, bunker, posisi pertahanan bawah tanah, serta persediaan rudal dalam jumlah besar selama bertahun-tahun.
Bahkan, dikenal memiliki pengalaman tempur yang panjang akibat konflik berulang dengan Israel.
Selain itu, Hizbullah juga memiliki jaringan pelayanan sosial yang luas di wilayah-wilayah mayoritas Syiah.
Seperti Lebanon Selatan, Lembah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut.
Hizbullah juga mengelola sekolah, klinik kesehatan, lembaga amal, hingga program rekonstruksi pascakonflik.
Jaringan bantuan sosial tersebut memperkuat loyalitas pendukung dan membuat pengaruh organisasi ini tidak hanya bergantung pada kekuatan militernya.
Sementara di sisi sebaliknya, Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) memiliki kemampuan yang justru jauh lebih terbatas.
Militer resmi Lebanon lebih berfokus pada keamanan dalam negeri dan penjagaan perbatasan.
Terkhusus, dengan kekuatan udara dan laut yang relatif kecil serta tanpa persenjataan rudal strategis seperti yang dimiliki Hizbullah.