Kenapa Mood Pagi Bisa Menentukan Satu Hari Penuh? Kenali Penyebabnya
Joko Widiyarso June 24, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Bagi sebagian orang menganggap pagi hanyalah awal dari rutinitas yang berulang. 

Namun, berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa suasana hati atau mood pada pagi hari memiliki pengaruh yang lebih besar dalam menjalani hari. 

Bagaimana mood yang terbentuk sejak bangun tidur dapat mempengaruhi tingkat fokus, produktivitas, hingga cara seseorang merespons berbagai peristiwa yang dialami dalam satu hari tersebut. 

Di tengah kehidupan yang kian penuh dengan distraksi, menjaga suasana hati, terlebih saat pagi hari menjadi hal yang penting.

Khususnya bagi gen z yang tumbuh beriringan dengan media sosial.

Dalam psikologi, mood merupakan keadaan emosional seseorang yang cenderung bertahan lebih lama dibandingkan emosi sesaat. 

Emosi biasanya muncul sebagai respon terhadap suatu peristiwa tertentu. Lebih dari itu, mood dapat mempengaruhi cara seseorang berpikir, menilai situasi, maupun mengambil keputusan.

Karena itu, suasana hati yang terbentuk pada pagi hari sering kali menjadi fondasi bagi pengalaman seseorang sepanjang hari. 

Penelitian menunjukkan bahwa suasana hati yang positif pada pagi hari dapat berkaitan dengan meningkatnya energi, motivasi, dan semangat Anda dalam aktivitas sehari-hari.

Sebaliknya, suasana hati yang negatif justru dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami stres, kehilangan fokus, maupun merasa tidak bersemangat melakukan aktivitas pada hari tersebut. 

Dengan begitu, maka pagi hari tidak hanya sekedar menjadi penanda dimulainya aktivitas, tetapi juga menjadi momen penting yang menentukan bagaimana seseorang menjalani hari tersebut. 

Fenomena ini dapat dijelaskan melalui cara kerja otak dalam memproses informasi.

Ketika Anda memulai hari dengan perasaan yang positif, otak cenderung akan lebuh mudah mengenali pengalaman yang menyenangkan. 

Dengan kata lain, Anda akan menjadi lebih bersemangat dalam menjalankan berbagai aktivitasnya. 

Sebaliknya, jika Anda sudah merasa kesal, cemas, atau merasa terbebani sejak pagi, maka otak akan lebih sensitif terhadap berbagai hal yang dianggap mengganggu. 

Akibatnya, Anda akan merasa lebih berat dalam menghadapi berbagai tantangan kecil yang sebenarnya dapat Anda atasi. 

Tidak sedikit orang yang merasa harinya berjalan buruk hanya karena mengalami satu kejadian yang tidak menyenangkan pada pagi hari. 

Misalnya, terlambat bangun, kehilangan barang, atau menerima chat yang tidak mengenakan. 

Peristiwa-peristiwa sederhana seperti itu justru sebenarnya dapat mempengaruhi mood dan membentuk pola pikir yang negatif hingga siang bahkan terbawa sampai malam hari. Karena sudah merasa emosi sejak pagi hari. 

Namun, jika memulai hari dengan hal yang positif dapat membantu Anda menghadapi berbagai aktivitas dengan lebih tenang. 

Dalam kehidupan yang dialami gen z saat ini, salah satu faktor yang sering kali mempengaruhi mood pada pagi hari yaitu penggunaan smartphone. 

Banyak orang memiliki kebiasaan segera memeriksa beberapa saat setelah bangun tidur. 

Kebiasaan ini tanpa disadari dapat langsung membuat pikiran penuh dengan berbagai informasi sekaligus dalam pagi hari. 

Memberikan berbagai informasi yang berlebihan sejak pagi hari dapat memicu stress dan kelelahan mental. 

Ketika Anda langsung dihadapkan dengan berbagai tuntutan maupun kabar negatif, mood yang awalnya netral dapat seketika berubah menjadi kurang baik. 

Keadaan demikian yang sering kali membuat Anda merasa berat walaupun aktivitas belum dimulai dan dilakukan. 

Maka tidak heran jika banyak orang merasa cepat lelah atau mengeluh sulit untuk fokus meskipun baru saja memulai hari.

Selain itu, media sosial juga dapat mempengaruh seseorng dalam memandang dirinya sendiri. Saat membuka Instagram, Tiktok, maupun media sosial lainnya, sering kali melihat berbagai pencapaian, gaya hidup, atau aktivitas orang lain yang tampak menarik dan produktif. 

Seperti yang Anda tahu, meskipun berbagai hal yang diunggah belum tentu mencerminkan kehidupan sebenarnya, namun secara tidak sadar terjadi adanya perbandingan sosial. 

Bagi gen z yang menghabiskan cukup banyak waktu di dunia digital, keadaan tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Jika sejak pagi hari muncul perasaan negatif akibat “membandingkan” diri dengan orang lain, maka motivasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari dapat menurun. 

Oleh karena itu, penting bagi kita memberi jeda dan bijak dalam penggunaan sosial pada awal hari. 

Tidak hanya disebabkan oleh faktor digital, kualitas tidur juga berpengaruh terhadap mood pagi. 

Dengan tidur yang cukup,  dapat membantu tubuh dan otak Anda melakukan proses pemulihan setelah beraktivitas sepanjang hari. 

Sebaliknya, jika Anda kurang tidur, cenderung akan lebih sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan mudah mengalami perubahan suasana hati. 

Inilah mengapa seseorang yang kurang tidur sering merasa tidak bersemangat maupun saat bangun di pagi hari. 

Sayangnya, saat ini kebiasaan bermain smartphone hingga larut malam masih cukup banyak terjadi di kalangan anak muda. 

Cahaya yang dipancarkan oleh layar smartphone dapat mengganggu produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh mengenali waktu tidur.

Akibatnya, kualitas tidur akan menurun dan tubuh Anda tidak dapat mendapatkan istirahat yang optimal.

Kondisi seperti inilah yang kemudia berdampak pada mood ketika bangun tidur keesokan harinya.

Meski demikian, mood pagi bukanlah sesuatu yang sepenuhnya tidak dapat Anda kendalikan. Ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk membantu Anda menciptakan ood yang lebih positif sejak bangun tidur.

Salah satunya yang dapat Anda terapkan yaitu menghindari kebiasaan langsung membuka media sosial pada beberapa menit pertama setelah bangun.

Perlu bagi Anda memberikan waktu pada diri sendiri untuk beradaptasi sebelum menerima berbagai informasi dari luar. 

Dengan demikian, dapat membantu menjaga ketenangan pikiran, terutama pada pagi hari. 

Selain itu, minum air putih, melakukan peregangan, atau mendapatkan sinar matahari pagi juga akan membantu tubuh Anda terasa lebih segar dan meningkatkan energi untuk menjalani berbagai kegiatan setelahnya. 

20262406- Ilustrasi meminum air putih di pagi hari
Ilustrasi seseorang meminum air putih di pagi hari yang tenang. (Generated by Gemin AI)

Cara lain yang tidak kalah penting yaitu menetapkan to do list atau daftar kegiatan pada hari tersebut.

Misalnya menyelesaikan satu tugas, membaca satu halaman, atau berjalan kaki beberapa menit. 

Tidak harus kegiatan yang besar, tetapi dengan berhasil menyelesaikan target kecil, motivasi dan rasa percaya diri biasanya akan meingkat. 

20262406- Ilustrasi merencanakan agenda di pagi hari
Ilustrasi seseorang sedang merencanakan hari dengan mencatat daftar tugas di buku agenda. (Generated by Gemini AI)

Berlatih rasa syukur saat bangun pagi juga dapat menjadi kebiasaan yang membantu menjaga mood di pagi hari. 

Seperti meluangkan waktu beberapa menit untuk mengucapkan syukur, afirmasi, dan memikirkan hal-hal baik yang dinantikan pada hari itu. Dengan begitu, fokus Anda akan mengarah pada segala hal yang positif. 

Kebiasaan seperti ini dapat membantu Anda menhadapi tantangan dengan lebih optimis. 

Pada akhirnya, kualitas selama satu hari Anda tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pekerjaan yang terselesaikan.

Tetapi juga dipengaruhi oleh cara Anda memulai pagi hari tersebut. 

Mood yang terbentuk sejak bangun tidur dapat mempengaruhi pola pikir, produktivitas, juga kemampuan dalam menghadapi berbagai situasi yang terjadi sepanjang hari.

Di tengah kehidupan yang semakin padat, menjaga mood pada pagi hari dapat menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar. 

Dengan membangun kebiasaan yang lebih sehat dan memberi ruang bagi diri sendiri sebelum memulai hari, Anda dapat menjalani hari dengan lebih tenang. 

Karena setiap orang memiliki kesempatan untuk menjalani hari yang lebih produktif dan bermakna. 

(MG- Mayumi Cinta Mahesi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.