TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Musim durian kembali tiba di Kabupaten Pasangkayu. Kondisi ini ditandai dengan menjamurnya lapak-lapak penjual durian di sepanjang jalan utama wilayah tersebut.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Rabu (24/6/2026), aroma khas durian tercium hampir di setiap sudut jalan, terutama di kawasan Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu.
Puluhan pedagang kaki lima tampak berjejer menawarkan berbagai jenis durian kepada pengendara yang melintas.
Baca juga: Puasa Asyura 2026, Jadwal, Keutamaan, dan Anjuran Rasulullah SAW di Bulan Muharram
Baca juga: Lowongan Kerja Penggerak HAM 2025, Simak Kualifikasi dan Syarat Pendaftaran
Tumpukan buah durian dengan ukuran dan bentuk beragam memenuhi lapak-lapak sederhana di pinggir jalan.
Tidak sedikit pengendara yang sengaja berhenti untuk memilih dan membeli buah yang dikenal sebagai "raja buah" tersebut.
Memasuki puncak musim panen, Kabupaten Pasangkayu saat ini terbilang sedang "banjir durian".
Pasokan yang melimpah membuat harga buah durian di tingkat pedagang menjadi jauh lebih murah dibandingkan hari-hari biasa.
Harga durian dijual mulai dari Rp5 ribu per buah untuk ukuran kecil dan kualitas standar. Sementara durian dengan ukuran lebih besar dan kualitas yang lebih baik dibanderol sekitar Rp10 ribu hingga Rp25 ribu.
Bahkan, sejumlah pedagang menawarkan paket tiga buah durian seharga Rp25 ribu, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.
Kondisi tersebut membuat lapak-lapak durian ramai didatangi pembeli sejak pagi hingga malam hari.
Selain warga lokal, banyak pembeli berasal dari luar daerah yang sengaja mencari durian dengan harga terjangkau.
Mama Leni, salah satu pedagang durian di pinggir jalan Kelurahan Pasangkayu, mengatakan musim durian tahun ini cukup melimpah dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Menurutnya, sebagian besar durian yang dijual berasal dari kebun masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasangkayu dan daerah sekitar.
"Buahnya lagi banyak sekali sekarang. Hampir setiap hari ada yang masuk dari kebun. Karena stok melimpah, harga juga turun sehingga banyak pembeli datang," ujar Mama Leni saat ditemui di lapaknya, Rabu.
Ia mengaku penjualan durian meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam sehari, puluhan hingga ratusan buah durian bisa terjual, terutama pada sore hingga malam hari.
"Banyak yang berhenti karena lihat harga murah. Ada juga yang sengaja datang cari durian untuk dibawa pulang atau dikirim ke keluarga," katanya.
Selain harga yang terjangkau, kualitas durian yang dijual juga beragam.
Pembeli dapat memilih sendiri durian sesuai selera, mulai dari durian dengan rasa manis, legit, hingga yang memiliki aroma tajam.
Musim durian juga membawa berkah bagi para pedagang musiman.
Banyak warga memanfaatkan momen panen raya dengan membuka lapak sederhana di depan rumah maupun di pinggir jalan untuk menambah penghasilan.
Ramainya aktivitas jual beli durian tersebut menjadi pemandangan khas yang selalu muncul setiap musim panen tiba di Kabupaten Pasangkayu.
Dengan harga yang relatif murah dan pasokan yang melimpah, musim durian tahun ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan dan terus menarik minat para pecinta durian di Pasangkayu maupun dari luar daerah.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan