Jakarta (ANTARA) - Muatan besi konstruksi yang tumpah dari truk dalam kecelakaan di jalan layang atau flyover (FO) Tomang, Jakarta Barat, kembali terjatuh ke Jalan arteri S Parman saat dievakuasi oleh kendaraan crane pada Rabu siang.

Pantauan ANTARA di lokasi sekitar pukul 10.55 WIB, kendaraan crane beroperasi memindahkan sejumlah besi konstruksi yang tumpah ke pinggir FO Tomang, dengan kondisi pagar FO yang sudah jebol.

Di tengah proses evakuasi, beberapa potong besi lepas dari jepitan crane sehingga terjatuh ke arah Jalan arteri S Parman.

Tidak ada korban dalam insiden tersebut. Petugas polisi pun telah memberhentikan arus lalu lintas dari arah Slipi ke Grogol saat evakuasi itu berlangsung.

Hingga pukul 12.00 WIB, kemacetan lalu lintas terjadi di Jalan S Parman arah Slipi lantaran jalur tol ditutup sementara untuk proses evakuasi, sehingga arus kendaraan seluruhnya diarahkan melewati Jalan S Parman.

Kemacetan juga terjadi dari arah sebaliknya, menyusul salah satu jalur arteri Jalan S Parman menuju Grogol Petamburan masih tertutup oleh muatan besi konstruksi yang jatuh dari FO Tomang.

Sebelumnya, truk bermuatan besi konstruksi terguling di jalan layang (flyover) Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu dini hari, dan menyebabkan kepadatan lalu lintas hingga Rabu siang karena muatan yang tumpah ke jalan arteri.

"Ini kejadian tadi subuh sekitar 04.30 WIB. Truk pengangkut besi dari arah Tol Jakarta-Tangerang mengarah ke Tanjung Priok terguling di atas jalan layang Tol Tomang. Kemudian, muatan sebagian terjatuh ke bawah," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang kepada ANTARA, Rabu pagi.

Meskipun tidak ada korban, puluhan ton besi konstruksi yang tumpah ke badan jalan itu membuat lalu lintas di sekitar lokasi kejadian terhambat, sehingga petugas kepolisian terpaksa mengalihkan arus kendaraan untuk sementara waktu.

"Biasanya, kendaraan besar menggunakan lajur jalan layang Tomang mengarah ke Grogol. Namun karena ada tumpahan besi muatan dari truk, kami alihkan dulu semuanya menuju ke bawah, mengarah ke TL Tomang. Ada kepadatan lalu lintas di Jalan S Parman yang dari Slipi ke Tomang," terang Hafiz.

Sementara itu, Kepala Urusan Pembinaan Operasi atau Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudarmo menyebutkan truk itu diduga terguling diduga akibat tali pengait muatan putus, sehingga muatan tumpah ke arah jalan arteri.

"Diduga tali pengait atau penguat putus, sehingga muatan tumpah menutup jalur Tol Kebon Jeruk arah Grogol dan arteri flyover Tomang arah Grogol," tutur Sudarmo.

Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 09.30 WIB, pagar pembatas tol nampak jebol akibat tertindih tumpahan muatan besi konstruksi dari truk tersebut.

Besi konstruksi berbentuk pagar itu pun terlihat menumpuk di jalur Tol Kebon Jeruk arah Grogol dan jalan arteri flyover Tomang arah Grogol.