Pisau Dapur Jadi Senjata Maut, Kakak Tewas di Tangan Adik Kandung
muh radlis June 24, 2026 02:11 PM

TRIBUNJTENG.COM, KAJEN - Tragedi berdarah mengguncang Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Selasa (23/6/2026).


Sorang pria lanjut usia bernama Ruwah (68) tewas setelah diduga ditusuk adik kandungnya sendiri, Safari (62), menggunakan pisau dapur.


Dalam kejadian tersebut, seorang perempuan bernama Darmanah (37), yang merupakan anak korban sekaligus keponakan pelaku, turut mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.


Kepala Desa Tretep, Pronisah, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui setelah dirinya menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.00 WIB. Warga mengabarkan, telah terjadi penusukan yang melibatkan dua bersaudara di desa tersebut.


"Saya ditelepon warga sekitar jam empat sore. Informasinya Pak Ruwah ditusuk oleh Pak Safari. Setelah mendapat kabar itu saya langsung menghubungi perangkat desa dan menuju lokasi," ujar Pronisah.


Saat tiba di lokasi, korban Ruwah telah dievakuasi oleh warga menuju rumah sakit. Sementara Darmanah yang juga menjadi korban dalam insiden tersebut lebih dahulu mendapatkan pertolongan medis.


Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku diduga menggunakan pisau dapur untuk menyerang korban. Pisau yang diduga menjadi barang bukti, bahkan ditemukan dalam kondisi bengkok.

Baca juga: Kasus Viral “Lomba Komentar Rasis” Anak Polisi Semarang Masuk Babak Baru, Siap Dilimpahkan ke Jaksa


Pronisah mengungkapkan, luka yang dialami korban cukup parah. Bagian kepala belakang dekat telinga mengalami luka berat, sementara bagian perut korban juga mengalami luka serius.


"Saya melihat langsung kondisi korban di rumah sakit. Lukanya sangat parah, terutama di bagian kepala dan perut," katanya.


Akibat luka yang diderita, Ruwah dinyatakan meninggal dunia. Sementara Darmanah mengalami luka di bagian kepala dan tubuh, namun masih mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.


Menurut Pronisah, hubungan antara pelaku dan korban masih memiliki ikatan keluarga dekat. Korban yang meninggal merupakan kakak kandung pelaku, sedangkan Darmana adalah anak korban yang juga keponakan pelaku.


Hingga kini, motif penusukan belum diketahui secara pasti. Pemerintah desa maupun aparat kepolisian masih menunggu keterangan dari Darmanah yang menjadi saksi, sekaligus korban dalam peristiwa tersebut.


"Belum diketahui penyebabnya. Korban yang selamat masih dirawat sehingga belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.


Pronisah menambahkan, beberapa warga sebelumnya pernah melihat pelaku menunjukkan perilaku mudah emosi.


Ia juga menyebut, Safari pernah mengalami gangguan kejiwaan beberapa tahun lalu. Namun dalam kesehariannya, pelaku dinilai mampu berkomunikasi, dan beraktivitas seperti warga pada umumnya.


Sementara itu, Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pemerintah desa sekitar pukul 17.45 WIB mengenai adanya peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.


"Setelah menerima laporan, kami langsung menuju rumah sakit untuk mengecek kondisi korban. Dari hasil pengecekan, terdapat dua korban, satu laki-laki meninggal dunia dan satu perempuan mengalami luka-luka," kata Iptu Maman, Selasa (23/6/2026) malam.


Berdasarkan informasi awal yang diperoleh kepolisian, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Dugaan sementara, aksi penusukan terjadi saat kondisi kejiwaan pelaku sedang kambuh.


"Pemicunya kemungkinan, karena terduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Saat kambuh, yang bersangkutan menyerang keluarganya sendiri," ujarnya.


Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan secara pasti motif maupun rangkaian peristiwa yang mengawali kejadian tersebut.


Hal itu karena, sejumlah anggota keluarga yang menjadi saksi maupun korban masih dalam kondisi trauma dan belum dapat dimintai keterangan.


"Sementara kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya, karena keluarga yang mengalami langsung kejadian tersebut belum bisa memberikan keterangan," jelasnya.


Maman menambahkan, proses evakuasi pelaku dari lokasi kejadian berlangsung dengan pengamanan ketat. Warga setempat tidak berani mendekati pelaku, sehingga polisi harus turun langsung untuk mengamankannya.


"Alhamdulillah pelaku berhasil kami evakuasi dari tempat kejadian perkara dan saat ini sudah diamankan di Mapolsek Wiradesa," katanya.


Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menemukan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi penusukan. Barang bukti tersebut ditemukan di belakang rumah pelaku, setelah dibuang ke area tumpukan sampah.


"Barang bukti sudah ditemukan, dan saat ini diamankan untuk kepentingan penyidikan," imbuhnya.


Menurut Maman, warga sempat meminta agar pelaku segera dipindahkan ke Polres karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kekhawatiran tersebut muncul lantaran, pelaku disebut pernah beberapa kali membuat keresahan di lingkungan sekitar.


"Warga merasa takut karena khawatir kejadian serupa terulang kembali. Itu yang menjadi alasan adanya permintaan agar pelaku segera dievakuasi," tandasnya. (Dro)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.