Warga Bengkulu Ikut Geram Usai Taufik Hidayat Ditangkap, Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Yuvita
Rita Lismini June 24, 2026 02:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Akhirnya Taufik Hidayat ditangkap usai membuat satu Indonesia geger atas perbuatan kejinya. 

Bagaimana tidak, Taufik diduga melakukan penganiayaan, penyekapan dan kekerasan seksual terhadap pacarnya sendiri, Yuvita Tri Rizky. 

Kondisi Yuvita saat ini sangatlah memprihatinkan, matanya buta permanen, bibir digunting hingga kepalanya mengeluarkan nanah. 

Melihat nasib Yuvita yang sangat tragis, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bahkan sampai menggelar sayembara untuk menangkap pelaku dengan hadiah Rp250 juta. 

Tak lama setelah itu, rupanya pelaku telah berhasil ditangkap. 

Polisi berhasil menangkapnya pada Selasa (23/6/2026) malam.

Pria yang menjadi buronan dalam kasus penyiksaan selama tiga tahun terhadap korban di kawasan Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu diamankan setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Taufik yang diketahui bekerja sebagai debt collector langsung dibawa petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penangkapan Taufik turut menjadi perhatian masyarakat, termasuk warga Bengkulu.

Salah seorang warga Bengkulu, Fatimah Nur Husna, mengaku sangat geram.

"Harusnya diserahkan dulu ke warga itu si Taufik, biar bibirnya digunting juga, kepalanya ditendang sampai bocor, biar dia tau gimana sakitnya korban, nggak langsung ditangkap polisi," katanya dikutip TribunBengkulu.com, Rabu (24/6/2026).

Ia bahkan melontarkan pernyataan emosional yang mencerminkan kemarahannya dan berharap pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya.

"Hukuman mati yang paling setimpal untuk si Taufik itu, ib*** aja sungkem kayaknya saking kejamnya tuh orang," sambungnya. 

Fatimah merasa heran, bagaimana bisa korban sangat kuat mengalami penyiksaan yang sangat kejam itu. 

"Aku nggak bisa ngebayangin gimana sakitnya korban, kok bisa ya dia sekuat itu, mungkin dia selama ini bertahan buat ngungkap ini semua, biar pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," tutupnya dengan perasaan sangat kesal. 

Sementara itu, sikap Taufik saat ditangkap justru menjadi sorotan publik. 

Saat berada dalam pengawalan polisi, ia tampak tenang dan tidak menunjukkan gelagat panik maupun penyesalan.

Dari video yang beredar, Taufik terlihat mengenakan kaus hitam ketika diamankan petugas.

Ia kemudian digiring menuju kendaraan yang akan membawanya ke Mapolda Jawa Barat.

Di dalam mobil, Taufik terlihat duduk santai sambil menjalani interogasi awal dari penyidik.

Sesekali ia tampak mengusap wajahnya dengan tenang ketika menjawab pertanyaan yang diajukan petugas.

Tidak terlihat adanya perlawanan selama proses penangkapan berlangsung.

Bahkan, dengan gerakan santai, ia sempat mengambil dan mengenakan topi hitam di kepalanya.

Sikapnya yang rileks kontras dengan kasus berat yang kini harus dipertanggungjawabkannya.

Petugas kepolisian yang mengawalnya pun mengingatkan agar seluruh perbuatannya dijelaskan secara terbuka.

"Nanti berikan keterangan sejelas-jelasnya di kantor. Kita pertanggungjawabkan semua perbuatan," ucap petugas kepolisian yang mengamankannya.

Mendengar arahan tersebut, Taufik memberikan jawaban singkat kepada petugas.

"Siap, Pak," jawab Taufik Hidayat.

KASUS VIRAL - Kolase foto Taufik Hidayat yang diedit AI (tengah), foto Taufik asli (kiri) dan Yuvita Tri Rezeki (kanan), Selasa (23/6/2026). Meski berstatus buron, sosial media Taufik diduga masih aktif hingga sekarang bahkan postingan terakhirnya ramai disorot.
KASUS VIRAL - Kolase foto Taufik Hidayat yang diedit AI (tengah), foto Taufik asli (kiri) dan Yuvita Tri Rezeki (kanan), Selasa (23/6/2026). Meski berstatus buron, sosial media Taufik diduga masih aktif hingga sekarang bahkan postingan terakhirnya ramai disorot. (TribunBengkulu.com)

Pengakuan Yuvita 

Yuvita Tri Rezeki (YTR) disekap dan disiksa secara mengerikan oleh pacarnya sendiri, Taufik Hidayat (30).

Yuvita menuturkan dirinya tak hanya mengalami penyekapan dan penyiksaan, Yuvita juga mengaku menjadi korban kekerasan seksual selama berada di bawah kendali pelaku.

Dalam pengakuannya, Yuvita menyebut dirinya beberapa kali berusaha melarikan diri dari penyekapan yang dialaminya.

Namun setiap upaya untuk kabur justru berakhir dengan tindakan penyiksaan yang lebih berat dari pelaku.

Penderitaan yang dialami perempuan berusia 29 tahun itu tidak berhenti pada kekerasan fisik semata.

Sejumlah harta miliknya juga disebut telah dikuasai oleh Taufik selama hubungan tersebut berlangsung.

Mulai dari kendaraan pribadi, gaji yang diterimanya, hingga dana tunjangan BPJS Ketenagakerjaan disebut ikut diambil alih oleh pelaku.

Yuvita menuturkan, pada awal perkenalan Taufik tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan ataupun kasar.

Sikap pelaku saat itu bahkan terlihat biasa dan tidak menimbulkan kecurigaan dari dirinya.

Namun keadaan mulai berubah setelah hubungan mereka berjalan beberapa waktu.

Menurut pengakuannya, tindakan kekerasan mulai terjadi sekitar satu minggu hingga satu bulan setelah mereka bersama.

"Waktu awal ketemu dia baik-baik aja, cuma setelah kurang lebih satu minggu atau satu bulan, mata saya jadi rusak," kata Yuvita dikutip dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Senin (22/6/2026).

Penglihatan Yuvita menjadi salah satu bagian yang pertama kali menjadi sasaran kekerasan pelaku.

Diduga, kondisi tersebut sengaja diciptakan agar korban semakin sulit melarikan diri dan bergantung sepenuhnya kepada pelaku.

"Selama 2 tahun ga bisa keluar kosan karena sudah gak bisa lihat," ucapnya lagi.

Karena ketakutan, Yuvita pun mengaku tak berani melawan. Bahkan jika ia bersuara sedikit saja saat disiksa, penyiksaan akan lebih parah.

"Jadi kalau misalkan disiksa, terus saya mengeluarkan suara, sama dia disiksa lagi. Jadi saya gak bisa ke mana-mana," tutur dia.

Menurut dia, sang kekasih bekerja sebagai debt collector.

"Dia kan kerjanya debt collector, kalau dia pergi nagih ke konsumen, saya disuruh tidur, kalau ikut disuruh pakai masker," katanya lagi.

Berawal dari mata, luka yang dialami Yuvita pun kini hampir seluruh badan,

"Saya sering dipukul pertama mata dulu, terus telinga, kaki sama bedog (golok). Dipaksa untuk pakai tato sama dia," ucapnya.

Selama disekap hampir tiga tahun, Yuvita mengaku hanya diberi makan satu kali.

"Kalau makan sehari cuma satu kali, itu juga kalau aku suka makan sendiri, terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena aku gak bisa lihat, jadi mau mandi gimana gitu kan," katanya.

Bahkan untuk buang air besar pun, kata dia, ia sehari-harus harus memakai pampers yang dibelikan oleh pelaku.

Yuvita pun akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh penjaga kos karena kondisi kepalanya yang semakin parah dan terus mengeluarkan cairan.

"Aku dianter ke sini sama yang punya kosan. Jadi dia tuh make motor, aku sama yang punya kosan pakai mobil (taksi online) ke sini," ucapnya.

Saat masih bekerja, kata Yuvita, sang kekasih sering memarahi atasannya.

"Hampir semua atasan aku sama dia dimarahin, jadi aku daripada gimana-gimana ya mendingan keluar aja," kata dia.

Kini semua harta benda milik Yuvita sudah habis dikuasai oleh pelaku.

"Motor, iPhone, BPJS aku, gaji, aku juga minjem kakak sebagian, semua diambil sama dia, bilangnya buat sehari-hari. Aku ikut aja, uang juga sama dia. Dia ngerokok, suka minum juga, paling aku dikasih makan sama jajan, satu kali, kadang dua kali," ucapnya.

Keinginan Yuvita 

Di tengah kondisi fisik yang memprihatinkan dan luka berat yang membekas di tubuhnya, YTR justru menunjukkan sikap yang membuat keluarganya terenyuh.

Perempuan yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya selama bertahun-tahun itu tidak memulai pertemuan dengan keluarganya dengan keluhan atau amarah.

Sebaliknya, ia mengucapkan kalimat sederhana yang membuat orang-orang terdekatnya tak kuasa menahan haru.

Adik kandung korban, Syahrul Ulum (26), mengungkapkan bahwa kalimat pertama yang disampaikan YTR setelah mereka bertemu adalah permintaan maaf kepada keluarga.

"Kalimat pertama yang keluar itu, dia bilang minta maaf. Dia juga bilang pengen bisa lihat lagi, pengen bisa melihat lagi," ujar Syahrul, Senin (22/6/2026).

Ucapan tersebut menjadi gambaran betapa berat penderitaan yang dialami YTR. Dalam kondisi yang jauh dari kata normal, ia masih memikirkan keluarganya dan menyimpan harapan agar dapat kembali melihat dunia seperti sedia kala.

Mimpi Sederhana Setelah Masa Kelam

Di balik trauma dan luka yang masih harus dipulihkan, YTR ternyata tetap memiliki harapan untuk melanjutkan hidup. Menurut Syahrul, kakaknya sempat mengungkapkan keinginan sederhana yang ingin diwujudkan setelah kondisinya membaik.

Ia ingin membuka usaha kecil sebagai jalan untuk menata kembali kehidupannya. Keinginan tersebut muncul karena YTR menyadari bahwa kondisi yang dialaminya kemungkinan tidak lagi memungkinkan dirinya bekerja seperti sebelumnya.

"Dia bilang nanti kalau ada rezeki pengen membuka warung sembako, pengen dagang," katanya.

Harapan untuk berdagang dan memiliki usaha sendiri menjadi simbol semangat YTR untuk bangkit dari masa-masa sulit yang telah menghancurkan sebagian hidupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.