Hujan Lebat Sejak Subuh Hingga Siang, BPBD Pelalawan Imbau Warga Antisipasi Banjir Perkotaan 
Ariestia June 24, 2026 04:19 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hujan lebat kembali mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pelalawan pada Rabu (24/6/2026) dengan durasi yang lebih lama.

Tercatat hujan turun sejak dini hari dengan intensitas sedang hingga lebat. Kemudian berlanjut pada subuh hari dengan intensitas yang sama.

Selanjutnya sekitar jam 7 pagi, hujan kembali melanda sampai menjelang siang. Hanya sebentar jeda berhenti atau gerimis sepanjang subuh hingga siang hari.

Tentu kondisi cuaca ini menghambat aktivitas masyarakat yang hendak bekerja pada pagi hari

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si menyampaikan, hujan yang mengguyur Pelalawan dipengaruhi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Ditambah dengan potensi hujan yang terbentuk secara alami. 

"Jadi ini antara pengaruh OMC dan hujan alami. Memang cuaca tak menentu belakangan ini. Hujan sejak subuh cukup lebat," kata Zulfan kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (24/6/2026).

Dikatakannya, potensi hujan kembali meningkat dalam tiga hari terakhir di tengah musim kemarau kering. Satu sisi peluang hujan yang besar mengurangi resiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sebab titik panas dan titik api bisa ditekan oleh hujan yang mengguyur daerah-daerah rawan terbakar. 

Namun di sisi lain, ancaman banjir dan genangan air mulai bermunculan, khususnya di wilayah Kota Pangkalan Kerinci.

Banjir selalu merendam beberapa lokasi di ibukota Pelalawan setiap hujan lebat melanda. 

Hal ini disebabkan drainase dan parit yang tidak berfungsi maksimal mengalirkan air hujan ke sungai. 

"Diimbau agar waspada banjir dan genagan air. Ada beberapa titik rawan di pemukiman warga, akses jalan, serta perumahan masyarakat. Ada baiknya membersihkan parit di sekitar lingkungan," tandas Zulfan. 

Ia menyebutkan, jumlah titik banjir yang mengepung Kota Pangkalan Kerinci telah berkurang cukup jauh, setelah Pemda Pelalawan melakukan perbaikan drainase yang dinilai sebagai penyebab air tergenang selama ini.

Namun genagan air tidak berlangsung lama dan akan surut setelah hujan reda.

Warga Pangkalan Kerinci lembali mengeluhkan banjir yang melanda areal pemukiman dan jalan. Terutama di daerah yang rendah secaar geografis dan wilayah yang tidak memiliki drainase.

Banyak warga yang mengupload foto-foto dan video banjir di lingkungannya ke media sosial, untuk meminta perhatian Pemkab Pelalawan dalam mengatasi persoalan klasik ini.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.