Kecintaan Argentina terhadap Lionel Messi mencapai puncak baru pada ajang Piala Dunia FIFA 2026, dengan diresmikannya patung raksasa setinggi 26 meter dari ikon sepak bola tersebut di Patagonia serta mural buatan penggemar yang menarik perhatian di seluruh negeri.
Patung besar itu berdiri di pinggiran kota Cutral Co, sebuah kota di bagian selatan Argentina. Dibuat dari 70 ton baja dan besi, patung tersebut menggambarkan Messi berlutut dengan trofi Piala Dunia di antara kedua kakinya dan satu tangan terangkat dalam pose perayaan.
Monumen tersebut diresmikan pada 16 Juni, bertepatan dengan hari dimulainya kampanye Piala Dunia bagi Argentina. Menurut pihak berwenang setempat dan sang seniman pembuatnya, ini merupakan monumen terbesar yang pernah didedikasikan untuk sang kapten Argentina, yang akan berusia 39 tahun pada hari Rabu.
Patung tersebut diciptakan oleh pematung Aldo Beroisa dan membutuhkan waktu 18 bulan untuk diselesaikan.
“Dia adalah duta alami Argentina. Bagi saya, ini sangat penting, tidak hanya sebagai seniman tetapi juga sebagai orang Argentina,” ujar Beroisa kepada The Associated Press.
Karya seni itu merepresentasikan salah satu momen paling emosional dalam karier Messi — selebrasinya yang penuh haru setelah Argentina memenangkan final Piala Dunia 2022 di Qatar. Patung tersebut juga menggambarkan sang kapten memegang jersey Argentina dan menunjuk ke langit, sebuah gestur yang sering ia lakukan untuk mengenang mendiang neneknya.
Tribute ini sudah mulai menarik pengunjung ke Cutral Co, kota yang selama ini lebih dikenal karena industri minyaknya daripada pariwisatanya.
Selain patung raksasa itu, Messi juga dirayakan melalui sebuah mural unik di Berazategui, pinggiran kota Buenos Aires.
Berbeda dengan mural pada umumnya, karya ini memuat nama lebih dari 1.300 penggemar yang turut berpartisipasi dalam pembuatannya. Lukisan tersebut menampilkan wajah Messi yang tersenyum dan kini menjadi daya tarik utama bagi para pendukungnya.
Mural tersebut bahkan menarik perhatian sang bintang Argentina sendiri.
“Luar biasa ... terima kasih banyak untuk kalian semua, untuk semua yang mendukung, yang datang, dan yang terus datang,” kata Messi dalam pesan video yang dikirimkan kepada para pembuat mural.
Seniman Leonel García, yang memimpin proyek tersebut, mengatakan bahwa karya itu merupakan hasil kerja sama komunitas.
“Ini adalah mural yang tidak saya buat sendirian. Meski saya yang melukisnya, lebih dari 1.300 orang ikut serta dalam pembuatannya,” ujar García.
Mural itu membutuhkan waktu 18 hari untuk diselesaikan dan dilukis dengan bantuan para penggemar yang datang dari berbagai daerah di Argentina untuk menuliskan nama mereka.
Bagi García, proyek ini memiliki makna yang melampaui sepak bola.
“Messi membawa kebahagiaan bagi negeri ini. Saat-saat yang sedang kita jalani mungkin tidak mudah bagi sebagian orang, tetapi Messi mempersatukan semua orang ... mural ini juga melakukan hal yang sama, karena orang-orang dari berbagai tempat, dari setiap kelas sosial dan sektor politik, berkumpul di sini,” katanya.
Ketika Argentina melanjutkan perjuangan mereka di Piala Dunia, patung raksasa dan mural buatan penggemar tersebut menjadi pengingat akan pengaruh abadi Messi bagi negaranya. Bahkan di usia 39 tahun, sang kapten tetap menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan inspirasi bagi jutaan warga Argentina.