Isi Surat Permohonan Sarwendah pada Komnas Perempuan Terkait Konflik dengan Ruben Onsu: Audiensi
Murhan June 24, 2026 06:04 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Isu surat permohonan penyanyi Sarwendah kepada Komnas Perempuan terkait konfliknya dengan presenter Ruben Onsu.

Diketahui, konflik yang melibatkan Sarwendah dan Ruben Onsu masih terus menjadi perhatian publik.

Kala polemik yang berkembang terkait persoalan anak hingga nafkah pasca perpisahan mereka, Sarwendah memilih menempuh jalur konsultasi dengan mendatangi Komnas Perempuan.

Bahkan, mantan personel Cherrybelle itu terlihat mendatangi kantor Komnas Perempuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/6/2026).

Ternyata, kedatangannya disebut untuk mencari solusi atas persoalan yang tengah dihadapinya dengan Ruben Onsu.

Baca juga: Terungkap Alasan Kiky Saputri Minta Kevin Gusnadi Dekati Ayu Ting Ting: Soalnya Kak Igun Gak Jelas

Hubungan Sarwendah dan Ruben kembali menjadi sorotan setelah muncul perdebatan mengenai akses bertemu anak serta persoalan nafkah.

Polemik tersebut mencuat usai Ruben menyampaikan keberatannya karena merasa dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya.

Menanggapi kedatangan Sarwendah, Komisioner Komnas Perempuan, Irwan Setiawan, menegaskan bahwa lembaganya terbuka bagi seluruh perempuan Indonesia yang ingin berkonsultasi maupun menyampaikan pengaduan.

"Sebenarnya, Komnas Perempuan terbuka untuk semua perempuan Indonesia," ujar Irwan Setiawan, dikutip Tribunnews dalam YouTube Intens Investigasi, Rabu (24/6/026). 

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada batasan kelompok tertentu bagi masyarakat yang ingin datang ke Komnas Perempuan.

"Siapapun yang mau datang atau misalkan melakukan pengaduan atau audiensi, kami sangat terbuka, siapapun itu, dari kelompok mana pun, kami sangat terbuka."

Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan isi surat yang diajukan Sarwendah melalui kuasa hukumnya saat mengajukan permohonan audiensi ke Komnas Perempuan.

Menurut Irwan, dalam surat tersebut Sarwendah menyampaikan keinginannya untuk berkonsultasi mengenai persoalan yang sedang dialaminya.

"Kalau dilihat dari suratnya Sarwendah ya, dari surat permohonan audiensi itu, beliau melalui pengacaranya mengatakan bahwa ingin berkonsultasi kepada tim dari Komnas Perempuan terkait dengan apa yang dia alami. Itu isi suratnya, ya," jelasnya. 

Irwan juga menekankan bahwa Komnas Perempuan akan tetap menjalankan mandatnya dengan memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin mencari pendampingan maupun menyampaikan aduan.

"Tentunya Komnas Perempuan, sesuai mandat, siapapun yang mau berkonsultasi, audiensi, atau misalkan melakukan pengaduan, itu silakan," pungkas Irwan. 

Sarwendah Cari Solusi Penyelesaian Konfliknya

Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyebut kedatangan pihaknya ke Komnas Perempuan untuk berdiskusi mencari solusi serta memperjuangkan hak Sarwendah.

"Kedatangan kami sederhana ya, bahwa Sarwendah adalah seorang perempuan, anak-anaknya juga seorang perempuan. Kami di sini berdiskusi, kami di sini mencari solusi, kami tidak bermaksud apapun ya," ungkap Chris Sam Siwu, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (24/6/2026).

Menurut Chris, kedatangan dari pihaknya disambut baik oleh Komnas Perempuan.

Sarwendah sendiri juga telah menceritakan mengenai permasalahan yang terjadi dengan Ruben dari awal menikah sampai cerai.

"Alhamdulillah diterima oleh komisioner dan mereka juga sangat men-support Wendah sebagai seorang perempuan."

"Apa yang sudah kami sampaikan itu adalah bentuk kejadian sebenarnya kronologi sebenarnya apa yang terjadi dari awal Sarwendah menikah sampai akhir," jelasnya.

Ia menegaskan langkah ini tak bermaksud mencari siapa yang salah.

Namun Sarwendah disebutnya hanya ingin menggunakan haknya sebagai seorang perempuan.

"Lami tidak mencari siapa salah siapa benar. Kami hanya menggunakan hak kami ya, bahwa di sini ada Komnas Perempuan ya. Kami gunakan hak klien kami sebagai perempuan," tandas Chris.

Reaksi Pihak Ruben Onsu

Menanggapi Sarwendah, Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben Onsu tampak heran. Menurutnya, segala hak dan kewajiban antara Ruben dan Sarwendah pasca-cerai sudah tertuang jelas dalam Akta Kesepakatan 39.

"Haknya dia sebagai perempuan sudah diatur di situ (Akta 39). Kalau bicara hak sebagai istri, kan sudah ada putusan cerai. Hak untuk bersama anak? Bukankah selama ini dia memang bersama anak-anaknya?" cetus Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Minola menilai pihak Sarwendah justru memperlebar masalah yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Janganlah masalah sederhana ini dilebar-lebarkan ke mana-mana, ke hak perempuanlah, ke rumahlah. Fokusnya kan harusnya hanya soal jadwal pertemuan anak dengan ayahnya," tambahnya.

Polemik ini diprediksi akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Minola mengungkapkan bahwa pihaknya telah merampungkan draf gugatan hak asuh anak. Saat ini, Ruben Onsu diketahui sedang menjalankan ibadah Umrah dan akan segera mengambil keputusan sekembalinya ke tanah air.

"Gugatan hak asuh anak sudah final. Kami tinggal tunggu Ruben pulang Umrah. Begitu dia WhatsApp 'Jalankan', maka kami jalankan," tegas Minola.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.