Lolos Paskibraka Nasional, Made Dwi Bidik Posisi Pasukan 8, Jadi Angan-Angan Sejak Belia
Ida Ayu Suryantini Putri June 24, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG — I Made Dwi Sathya Kurniawan siswa SMAN 1 Kuta Utara akhirnya berhasil mencetak sejarah lolos sebagai calon Paskibraka nasional yang akan bertugas pada HUT RI ke-81 di Istana Negara.

Lolos menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional ternyata merupakan angan-angannya sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Siswa kelahiran Badung, 8 Januari 2010 ini sering terpaku menyaksikan ketegapan anggota Paskibraka yang mengibarkan bendera Merah Putih saat HUT RI.

Semenjak itu dirinya sangat ingin sekali bisa seperti apa yang dia lihat sebelumnya melalui televisi.

Baca juga: Sosok Ni Komang Gayatri: Lolos Paskibraka Nasional 2026, Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Negara

Saat dikonfirmasi pada Rabu 24 Juni 2026, Dwi Sathya merasa bangga atas hasil kerja keras dan capaiannya membawa nama Bali di Istana Negara dalam Paskibraka.

"Membawa nama Bali ke Istana Negara, tentunya kebanggaan saya. Semua ini juga hasil perjuangan yang saya impikan dari dulu," kata Made Dwi.

Pencapaian ini bermula saat di sekolah ia terpilih untuk mengikuti seleksi dari tingkat Kabupaten Badung, Provinsi Bali, hingga lolos ke tingkat pusat di Jakarta. 

Saat pengumuman resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kemarin langsung membawa ingatan anak kedua dari tiga bersaudara ini pada seluruh proses awal seleksi yang dilaluinya.

Baca juga: Ini 6 Calon dari Bali untuk Seleksi Paskibraka Nasional 2026, 2 Pelajar Asal Badung

"Saat pengumuman saya langsung sampaikan ke orang tua, itu rasa bangga yang saya rasakan. Namun saat pengumuman dari BPIP kemarin kami sama-sama mendengarkan," bebernya.

Bisa lolos sampai saat ini tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya yakni sang ayah, I Putu Suryawan, dan ibunya, Ni Wayan Risnawati.

Dia mengakui orang tuanyaa bangga sekaligus tersentuh melihat perjuangan keras putra mereka yang membuahkan hasil maksimal.

"Respons keluarga tentu bangga, terharu anaknya lolos wakili Bali di tingkat pusat. Mereka dari awal mendukung dan pantas mendapat hasil kerja keras saya selama ini."

"Saya awalnya minder, insecure tapi mengingat lagi, saya di Bali terpilih dari banyaknya pendaftar, harus yakin bahwa saya berhak, layak berdiri di Istana Negara," jelasnya.

Baca juga: Kesbangpol Bali Buka Seleksi Paskibraka 2026, Total Peserta 90 Orang

Pemuda yang hobi lari dan voli tersebut mengakui ada rasa jenuh selama karantina dengan sistem semi-militer dan disiplin tinggi di Jakarta.

Bahkan rindu dengan orang tua dan rumahnya di Bali. Hanya saja dengan mengingat dukungan penuh orang tuanya yang seakan tidak langsung menguatkan mentalnya.

"Saya pernah jenuh, rindu rumah saat karantina. Diingat lagi, oh orang tua saya ada, selalu berdoa untuk saya dan teman-teman yang selalu menyemangati saya, ya harus semangat dan tenang. Peran orang tua apalagi perhatian nutrisi, suplai makanan 4 sehat 5 sempurna," tuturnya.

Perjuangannya kini tidak hanya sekadar lolos menuju Jakarta. Namun, Made Dwi malah sudah membidik target formasi spesifik saat upacara kemerdekaan nanti.

Adapun posisi yang diharapkan yakni Pasukan 8 sebagai pembentang bendera atau sebagai Komandan Kelompok 17.

"Jika saya boleh memilih untuk diposisikan di formasi mana, maka posisi yang saya pilih adalah Pasukan 8 sebagai pembentang bendera atau sebagai Komandan Kelompok 17. Itu posisi membanggakan," harapnya.

Lebih lanjut dikatakan, semangatnya untuk lolos Paskibraka katanya tak terlepas dari cita-cita yang dimiliki.

Dia mengaku ketika tamat nanti ingin melanjutkan ke perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri.

"Mimpi besar yang ingin saya kejar berikutnya yaitu menjadi seorang praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)," imbuhnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.