Momen Tak Terlupakan Butet Kartaredjasa Beri Paus Leo XIV Lukisan Punakawan
GH News June 24, 2026 06:08 PM
Jogja -

Seniman Butet Kertaredjasa menceritakan momen tak terlupakan saat memberikan lukisan Punakawan kepada Paus Leo XIV di Vatikan.

Butet bertemu dan menyerahkan lukisan kaca berjudul Jalan Salib Punakawan kepada Paus Leo XIV itu pada Rabu (17/6) pekan lalu. Butet mengatakan Paus sangat senang karena ada yang menafsirkan jalan salib menggunakan tokoh lokal Jawa.

Butet menceritakan, dirinya bisa bertemu Paus Leo XIV karena tidak lepas dari peran KBRI Takhta Suci Vatikan.

"Karena protokolernya ribet, dadi betul-betul itu hasil lobi-lobi, perjuangan sehingga bisa lolos dan bisa diterima untuk bersalaman dengan Paus. Kalau tidak melalui perjuangan ya tidak bisa," katanya saat dihubungi wartawan.

Butet datang bersama istrinya Rulyani Isfihana atau yang kerap disapa Bu Ageng. Keduanya mengenakan pakaian adat Jawa saat bertemu dengan Paus.

"Intine pertemuan itu mewujudkan pluralism, lintas iman, lintas kebudayaan. Aku Kristen KTP, Bu Ageng, Hajah. Terus, Jalan Salib itu kan tradisi Katolik," ucapnya.

Selain itu, Butet membawa lukisan kaca yang menceritakan jalan salib dengan visual Punakawan. Adapun lukisan tersebut berjumlah 14 frame namun saat penyerahan Butet hanya membawa satu frame karena sisanya sudah berada di dalam Vatikan.

"Ditafsir secara Jawa pakai cara lukisan kaca. Itu kan tafsir kultural, jadi lintas kultural dan Paus senang ada orang Jawa memiliki inisiatif seperti itu," ujarnya.

Butet menceritakan, bahwa sudah membuat lukisan itu sejak akhir tahun 2024. Semua itu sebagai wujud rasa syukurnya setelah sembuh dari sakit.

"Pengerjaan beberapa minggu di akhir tahun 2024. Itu pun setelah saya sakit itu lho. Saya sembuh dari sakit itu kan saya merasa diberi mukjizat," kata dia.

"Nah, saya ingin mewujudkan (saya yang beragama tidak jelas ini ingin mewujudkan apa), terjemahannya ya. Ternyata aku menerima tugas secara spiritual yang itu, ngono (gitu) lho. Ini lebih ke proses spiritualism untuk diriku," lanjut Butet.

Sedangkan ide menggunakan tokoh pewayangan Punakawan dalam lukisan tersebut, Butet menilai karena Punakawan merupakan bagian dari tradisi masyarakat Jawa. Di mana masyarakat Jawa kerap memasang lukisan Punakawan dengan falsafah Jawa di dinding rumahnya seperti 'ojo dumeh' hingga 'melik nggendong lali'.

"Jadi, tokoh-tokoh yang dipakai adalah Punakawan. Tokoh-tokoh itu sangat bersahabat dengan masyarakat. Nah, saya melihat Jalan Salib itu, itu kan juga sosialisasi nilai," ujarnya.

Selanjutnya, sebagai sosialisasi nilai, Butet menafsirkan jalan salib dalam balutan Punakawan.

"Nah, saya membayangkan kalau sosialisasi nilai kenapa tidak menggunakan idiom Punakawan yang ada di dalam tradisi Jawa itu. Maka saya tafsir, saya wujudkan, supaya sosialisasi religiusitas itu, spiritualism tentang perjuangan kemanusiaan seorang Yesus itu bisa terekam di dalam lukisan," ucapnya.

Paus Leo XIV Merasa Sangat Senang

Butet mengungkapkan bahwa Paus merasa sangat senang terkait lukisan pemberiannya.

"Oh, beliau sangat senang. Beliau sangat senang, kok ada orang dari jauh, dari timur, menafsir dengan menggunakan tokoh lokal, versi Jawa yang sangat lokal, gitu lho, kok ada," katanya.

Bahkan, Butet mengatakan bahwa Paus Leo senang ketika Butet memperkenalkan diri dari Jawa, Indonesia.

"Senang, beliau sangat senang. Saya bilang dari Jawa, Indonesia, beliau senang," ujarnya.

Butet juga berharap lukisan kaca karyanya itu bisa dipajang di Basilika Santo Petrus.

"Ya, mudah-mudahan bisa dipajang di dinding Basilika," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.