Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Barat menegaskan pihaknya bersama asosiasi terkait melakukan penataan secara bertahap setelah kabel udara semrawut, terutama di wilayah Kalideres dikeluhkan warga.

Kepala Seksi Prasarana, Sarana dan Utilitas Kota (PSUK) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Sudin Bina Marga Jakarta Barat Khairul Imam menyampaikan tindakan tersebut merupakan respons dari pemerintah kota atas keluhan warga soal kabel semrawut.

"Saat ini proses penataan terus berjalan. Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (APJATEL) dan para pemilik jaringan utilitas, kabel-kabel yang sebelumnya berada di udara secara bertahap dipindahkan ke jaringan bawah tanah," kata Khairul saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Setelah proses pemindahan jaringan selesai, kata Khairul, kabel udara yang sudah tidak digunakan akan diputus dan ditertibkan.

"Tahapan ini perlu dilakukan bertahap supaya layanan telekomunikasi masyarakat tetap berjalan dan tidak mengalami gangguan," kata Khairul.

Khusus untuk laporan warga di kawasan Kalideres, kata Khairul, pekerjaan penataan dan pemutusan kabel udara juga masih berlanjut.

"Termasuk di koridor Jalan Peta Utara, Jalan Peta Barat, Jalan Peta Selatan, dan Jalan Utan Jati dengan target sampai akhir tahun," kata Khairul.

Khairul mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan APJATEL dan para operator untuk mempercepat penyelesaiannya agar penataan bisa menyentuh semua titik.

"Kami apresiasi masukan dari warga dan berupaya mendorong penataan jaringan utilitas yang lebih rapi bagi masyarakat," tutur Khairul.

Khairul mengatakan Sudin Bina Marga Jakbar telah melakukan relokasi ke dalam tanah terhadap 6.087 meter kabel utilitas di koridor Jalan Peta Utara, Jalan Peta Barat, Jalan Peta Selatan dan Jalan Utan Jati pada 2026.

Namun, proses penataan masih berlanjut lantaran kabel semrawut di udara masih perlu dipangkas atau disingkirkan.

Sebelumnya, kabel utilitas udara yang semrawut hingga menjuntai ke arah jalan kian meresahkan warga di Jalan Peta Barat dan Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat.

Seorang warga, Adit, mengaku hampir setiap hari ada saja truk besar yang tersangkut kabel menjuntai di area tersebut.

Selain itu, tak jarang pula Adit serta warga lainnya harus meminggirkan kabel-kabel yang akhirnya terputus akibat tersangkut truk.

"Kalau kabel putus kan kita inisiatif, langsung kita pinggirkan sebelum ada korban," kata Adit kepada wartawan di lokasi, Selasa.

Saat sedang diwawancara pada Rabu siang, truk besar melintas dan menyenggol kabel udara di lokasi. Adit lantas berlari dan membenahi kabel yang putus usai tersangkut truk besar tersebut.

"Untung enggak kena pengendara lain yang lewat," kata dia.

Adit mengungkapkan kabel semrawut yang putus itu kerap kali memakan korban. Bahkan, ia mengaku pernah menyiapkan betadine, hansaplast, dan perlengkapan medis lain sebagai antisipasi jika ada pengendara yang jatuh akibat tersangkut kabel.

Adit berharap agar pemerintah bisa memperhatikan masalah kabel udara yang semrawut di kawasan ini karena banyak korban terjatuh.

"Jadi kan kabel putus kena mobil truk lalu kabelnya menjuntai terus kena motor lewat, terus jatuh. Ya kalau bisa dirapihkan biar enggak mengganggu," tuturnya.