20 Pelaku Usaha Dipertemukan dengan Delegasi 28 Negara di IGS 2026 Makassar
Waode Nurmin June 24, 2026 06:22 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 menghadirkan kegiatan Business Forum di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).

‎Sejak pagi, para tamu undangan mulai berdatangan ke hotel yang terletak di Jalan Metro Tanjung Bunga tersebut.

‎Mereka terdiri dari perwakilan negara sahabat, pelaku usaha, hingga jajaran pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.

‎Sebanyak 41 delegasi dari 28 negara hadir mengikuti forum investasi tersebut.

‎Para delegasi tampak mengenakan pakaian perpaduan hitam dan putih, menciptakan kesan elegan sekaligus kolaboratif.

‎Sejak memasuki arena acara di lantai tiga, para tamu dan peserta Business Forum disuguhkan pameran produk lokal Sulawesi Selatan.

‎Produk yang ditampilkan beragam, semuanya adalah produk unggulan Makassar dan Sulawesi Selatan.

‎Turut hadir dalam kegiatan Tweet Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.

‎Acara dibuka dengan pemaparan dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Heru Hartanto Subolo.

‎Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang menghadirkan tiga pembicara, yakni General Manager PT Nirvana Niaga Sejahtera Abdul Rahman.

‎Kemudian Dewan Investasi Kota Makassar sekaligus Founder/CEO PT Bomar Group Chin Tigor Chendarma, serta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin Prof drg Muhammad Ruslin.

‎Dalam talkshow tersebut dipaparkan peluang investasi di Kota Makassar, posisi strategis Makassar, serta dukungan fasilitas yang tersedia untuk menunjang investasi.

‎Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, mengatakan sebanyak 20 pelaku usaha ambil bagian dalam Forum Investasi Bisnis Indonesia Gastrodiplomasy Series (IGS) 2026.

‎Ia mengatakan para pelaku usaha tersebut berasal dari berbagai sektor unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama internasional.

‎“Pelaku usaha yang hadir berasal dari berbagai sektor, mulai dari perikanan, kopi hingga komoditas rempah dan bumbu-bumbu yang menjadi perhatian negara-negara peserta,” kata Mario Said.

‎Selain itu, sektor seafood juga menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam forum tersebut.

‎Beberapa perusahaan turut melakukan komunikasi awal dengan calon mitra dari luar negeri guna menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas.

‎Menurut Mario, tidak seluruh negara peserta menyatakan minat untuk melakukan penjajakan bisnis.

‎Namun, sejumlah perwakilan negara telah mengonfirmasi kesediaannya untuk melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pelaku usaha maupun pemerintah daerah.

‎“Beberapa negara sudah mengonfirmasi minatnya untuk melakukan penjajakan awal. Ini menjadi langkah positif untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang,” ujarnya.

‎Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan potensi Kota Makassar di hadapan para delegasi dan calon investor.

‎Dalam paparannya, Munafri menegaskan Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur sekaligus pusat konektivitas logistik nasional.

‎“Makassar adalah pusat koneksi logistik antara Indonesia Barat dan Timur,” ujarnya.

‎Menurut Munafri, posisi tersebut telah terbentuk sejak lama. 

Ia menyebut sejak abad ke-16 Makassar telah dikenal sebagai pusat perdagangan maritim internasional yang menghubungkan berbagai negara.

‎“Perdagangan dari Tiongkok, Arab, India, dan Eropa datang ke Makassar karena kota ini merupakan pusat distribusi utama rempah-rempah dari Maluku,” jelasnya.

‎Selain didukung letak geografis yang strategis, Munafri mengatakan Makassar juga memiliki fondasi ekonomi yang kuat dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi.

‎“Kami mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang kuat sebesar 6,61 persen pada tahun 2026,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar juga terus memperkuat kesiapan investasi melalui pengembangan tata kelola berbasis teknologi dan penguatan infrastruktur.

‎Salah satu yang menjadi andalan ialah keberadaan Makassar New Port sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia Timur yang didukung Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai hub penerbangan domestik dan internasional.

‎“Kami memiliki Makassar New Port yang merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia Timur,” tuturnya.

‎Munafri juga menyoroti potensi Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II). 

Ia berharap optimalisasi ALKI II dapat menciptakan efisiensi perdagangan dunia sekaligus mendorong masuknya investasi ke Makassar dan kawasan timur Indonesia. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.