Tanamkan Cinta Lingkungan, Tim PKM UPNVJ Ubah Sampah Menjadi Game di SDN 01 Parung Bogor
Hironimus Rama June 24, 2026 06:35 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PARUNG - Ada yang berbeda dari ruang kelas di SDN 01 Parung, Kabupaten Bogor hari itu. Tidak ada wajah mengantuk atau suasana tegang yang biasa terlihat saat pelajaran.

Sebaliknya, gelak tawa, sorak sorai riang, dan binar antusiasme terpancar dari wajah-wajah siswa sekolah dasar tersebut.

​Hari itu, Tim Dosen dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) hadir membawa angin segar lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Gerakan Eco-School: Edukasi Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Berbasis Permainan Interaktif Digital.

Baca juga: BNN Goes To Campus, Suyudi Ario Seto Beri Kuliah Umum di UPN Veteran Jakarta

​Bukan sekadar penyuluhan biasa, para dosen ini berhasil menyulap isu lingkungan yang kerap dianggap "berat" menjadi sebuah petualangan digital yang seru dan kekinian bagi anak-anak.

Berbeda dari metode penyuluhan lingkungan konvensional yang kerap terasa monoton, kegiatan ini dirancang secara khusus dengan pendekatan permainan digital, yaitu mengemas materi edukasi lingkungan ke dalam format permainan interaktif yang dapat dimainkan langsung oleh para siswa. 

Melalui layar sentuh dan antarmuka yang colorful dan ramah anak, siswa diajak mengenal jenis-jenis sampah, cara memilah sampah organik dan anorganik, hingga dampak nyata pencemaran lingkungan terhadap kehidupan sehari-hari.

Suasana kelas pun sontak berubah menjadi ruang belajar yang hidup dan penuh antusias. Para siswa berlomba-lomba menjawab tantangan dalam permainan, bersorak ketika berhasil memilah sampah dengan benar, dan berdiskusi satu sama lain tentang kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan di rumah maupun di sekolah.

Ketua Tim PkM UPNVJ Neny Rosmawarni menegaskan bahwa pemilihan sasaran siswa sekolah dasar bukan tanpa alasan. 

"Kebiasaan dan karakter anak terbentuk di usia dini. Jika sejak kecil mereka sudah terbiasa memilah sampah, memahami pentingnya menjaga lingkungan, dan melakukannya dengan rasa senang bukan terpaksa maka kita sedang membangun fondasi yang sangat kuat untuk masa depan lingkungan Indonesia," kata Neni, Rabu (24/6/2026).

Gerakan Eco-School yang digagas dalam kegiatan ini juga merupakan respons atas kondisi nyata di lapangan, di mana kesadaran pengelolaan sampah di tingkat sekolah dasar masih perlu terus ditingkatkan. 

Dengan mengintegrasikan teknologi digital sebagai medium edukasi, tim PkM berharap pesan-pesan lingkungan dapat tersampaikan dengan cara yang lebih mengena dan membekas di benak para siswa.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Parung Boin Ibrahim menyatakan apresiasinya yang tinggi atas inisiatif UPN Veteran Jakarta dalam menghadirkan program yang relevan dan inovatif ini. 

"Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain menyenangkan bagi anak-anak, nilai-nilai yang disampaikan sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Para guru pendamping pun terlibat aktif selama kegiatan berlangsung, sehingga program ini tidak hanya berdampak bagi siswa, tetapi juga menjadi referensi bagi para pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran berbasis lingkungan di kelas masing-masing.

​Melalui Gerakan Eco-School, UPNVJ membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya sekadar menara gading yang melahirkan teori akademik. 

Mereka hadir langsung di akar rumput, menyentuh hati generasi penerus, dan menanamkan benih perubahan demi Indonesia yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.