Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Tumpukan buku bekas layak baca yang tersimpan di rumah ternyata dapat menjadi sumber ilmu bagi banyak orang.
Melalui gerakan donasi buku yang terus digalakkan, Komunitas Gada Membaca di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, mengajak masyarakat untuk berbagi pengetahuan sekaligus menanamkan amal jariyah melalui literasi.
Gerakan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Berbagai jenis buku nonpelajaran terus berdatangan dari para donatur yang ingin koleksi bukunya dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
Salah satu donatur, Aat, warga Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, bahkan menyumbangkan sejumlah buku peninggalan almarhum ayahnya.
Menurutnya, buku-buku tersebut akan lebih bermanfaat jika dibaca banyak orang dibanding hanya tersimpan di rumah.
“Buku yang sudah berada di Gada Membaca akan lebih bermanfaat karena dapat dibaca oleh banyak orang, koleksinya semakin lengkap, dan menyumbangkannya menjadi amal jariyah,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Open Donasi Buku Layak Baca, Komunitas Gada Membaca Ajak Masyarakat Dukung Literasi di Kawali
Saat ini Komunitas Gada Membaca telah memiliki 2.732 anggota dari berbagai kalangan dan kelompok usia, mulai dari anak usia dini, pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara, hingga masyarakat umum.
Seluruh layanan peminjaman dan akses bahan bacaan diberikan secara gratis.
Dukungan terhadap gerakan berbagi buku juga datang dari pegiat literasi nasional, Kang Maman Suherman.
Menurutnya, nilai sebuah buku tidak hanya terletak pada fisiknya, tetapi pada pengetahuan dan harapan yang dibagikan kepada orang lain.
“Berbagi buku itu, berbagi pengetahuan dan harapan akan kehidupan masa depan yang lebih bermakna,” ucapnya.
Sementara itu, akademisi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Asep Saeful Rohman, menilai pelibatan masyarakat dalam kegiatan donasi buku merupakan langkah strategis untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan aktif sebagai pihak yang memberikan manfaat bagi sesama melalui bahan bacaan yang dimiliki.
“Inisiatif Gada Membaca dalam melibatkan warga masyarakat untuk mendonasikan buku yang mereka miliki merupakan langkah yang tepat. Masyarakat akan merasa dihargai, dilibatkan, dan bangga ketika apa yang mereka berikan dapat dimanfaatkan oleh orang lain,” jelasnya.
Ketua Komunitas Gada Membaca, Naufalia Qisthi, mengatakan setiap buku yang disumbangkan memiliki arti penting dalam memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat.
“Setiap buku yang disumbangkan akan menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menghadirkan ruang belajar, menambah pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi banyak orang. Semoga kebaikan para donatur menjadi amal jariyah dan terus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Komunitas Gada Membaca masih membuka donasi buku bekas layak baca nonbuku pelajaran sekolah.
Buku dapat dikirimkan langsung ke sekretariat komunitas di Dusun Margajaya, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis.(*)