Kelembapan Udara di NTT Cukup Tinggi, Penyebab Potensi Hujan Ringan di Beberapa Wilayah
Cristin Adal June 24, 2026 06:47 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait dinamika atmosfer di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), 24-26 Juli 2026.

Meski sebagian besar wilayah NTT sudah memasuki musim kemarau, namun sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan ringan.

Berdasarkan data BMKG, angin monsoon timur saat ini sudah mulai aktif yang memicu penurunan pertumbuhan awan. Kelembapan udara pada lapisan 800 mb hingga 700 mb terpantau masih cukup tinggi, yakni berkisar antara 60 persen hingga 90 persen.

Kondisi inilah yang memicu potensi terjadinya hujan ringan atau rintik-rintik di tengah terik kemarau di beberapa titik wilayah NTT.

Baca juga: Musim Kemarau Meluas di Sebagian Wilayah Indonesia, NTT Tetap Waspada Potensi Hujan

Siaga Angin Kencang

Selain potensi hujan ringan, BMKG memberikan alarm khusus terkait potensi angin kencang yang bersifat kering. Berikut rincian wilayah yang wajib waspada:

Rabu, 24 Juni dan  Jumat, 26 Juni di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

Kamis, 25 Juni di wilayah Alor, serta Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

BMKG El Tari Kupang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Angin kencang yang bersifat kering ini dinilai sangat rawan memicu sekaligus mempercepat penyebaran kobaran api.

Masyarakat diharapkan saling menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, dan tetap mengantisipasi perubahan cuaca yang fluktuatif ini. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.