Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk mengantisipasi fenomena el nino.
Kepala KPw BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan, fenomena el nino turut mengancam ketahanan pangan, dan memengaruhi produktivitas sektor pertanian di Indramayu.
Karenanya, menurut dia, sebagai salah satu daerah yang menjadiblumbung pangan di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu harus menyiapkan strategi yang tepat dalam menghadapi el nino.
Baca juga: El Nino Diprediksi Melanda Majalengka Mulai Juni Hingga Agustus 2026, Ini Imbauan Dari BPBD
"Langkah antisipasi ini untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas pasokan di Indramayu saat terjadinya el nino," ujar Wihujeng Ayu Rengganis dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).
Ia mengatakan, fluktuasi produktivitas pertanian di Kabupaten Indramayu tidak menutup kemungkinan bakal memberikan dampak domino pada rantai pasok dan stabilitas harga pasar regional.
"Kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena el nino ini sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Indramayu," kata Wihujeng Ayu Rengganis.
Sementara, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengakui, Pemkab Indramayu tidak bisa bekerja sendiri untuk memaksimalkan upaua menjaga ketahanan pangan.
Sejauh ini, langkah konkret yang telah diambil Pemkab Indramayu bersama pemerintah pusat ialah mempercepat penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Hingga kini, cakupan LP2B di Kabupaten Indramayu mencapai 87 persen termasuk kawasan hutan dari total luas Lahan Baku Sawah (LBS) sebagai jaminan perlindungan dari ancaman kekeringan.
Lucky menyampaikan, langkah tersebut cukup krusial, karena selain menjadi lumbung pangan, Kabupaten Indramayu juga merupakan daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas).
"Indramayu merupakan lumbung padi sekaligus daerah penghasil migas, sehingga ketahanan pangan dan energi harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam kebijakan pembangunan," ujar Lucky Hakim.