TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan para pebulu tangkis muda Indonesia di ajang Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2026 akan dimulai pada Jumat (26/6/2026) di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang.
Turnamen level Asia tersebut menjadi kesempatan bagi generasi baru Indonesia untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menghapus catatan kurang memuaskan pada edisi sebelumnya.
Jika berkaca pada BAJC 2025, kiprah tim junior Indonesia memang meninggalkan rasa kecewa, terutama pada nomor beregu campuran.
Saat itu Indonesia yang diperkuat nama-nama seperti Zaki Ubaidillah dan Rinjani Kwinnara gagal mempersembahkan medali dari sektor beregu.
Satu-satunya medali emas Indonesia justru hadir dari sektor individu melalui Zaki Ubaidillah di nomor tunggal putra.
Selain emas dari Ubed, Indonesia juga membawa pulang medali perak lewat pasangan Ikhsan Lintang dan Rinjani Kwinnara pada nomor ganda campuran.
Dua medali perunggu kemudian disumbangkan Fardhan Joe dan Richie Duta dari sektor tunggal putra serta Riska Anggraini dan Rinjani Kwinnara di nomor ganda putri.
Meski tidak pulang dengan tangan kosong, hasil tersebut masih dianggap belum cukup untuk memenuhi ekspektasi publik bulu tangkis Indonesia.
Kini tantangan semakin berat karena Indonesia akan menurunkan pemain-pemain baru setelah sebagian besar andalan edisi sebelumnya mulai fokus tampil di level senior.
Hal tersebut membuat BAJC 2026 menjadi panggung penting bagi generasi penerus Merah Putih untuk membuktikan kapasitas mereka.
Salah satu sorotan terbesar Indonesia di BAJC selama ini adalah minimnya prestasi pada nomor beregu campuran.
Sejak format beregu campuran diperkenalkan pada 2006, Indonesia belum pernah sekalipun meraih medali emas.
Catatan tersebut cukup kontras jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya.
Malaysia tercatat pernah menjadi juara pada edisi 2007 dan 2009.
Baca juga: Jadwal Badminton BAJC 2026: Mulai 26 Juni, Indonesia Tantang Korea Selatan di Laga Perdana
Thailand juga berhasil meraih medali emas pada penyelenggaraan tahun 2019.
Sementara itu, dominasi turnamen lebih banyak berada di tangan negara-negara Asia Timur seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.
Karena itu, mengamankan medali di nomor beregu pada BAJC 2026 menjadi target penting bagi Indonesia untuk menghapus rapor merah yang sudah berlangsung lama.
Di sektor individu, Indonesia sebenarnya memiliki catatan yang sedikit lebih baik meski belum terlalu konsisten.
Prestasi paling mengesankan dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada BAJC 2019.
Saat itu Indonesia berhasil meraih dua medali emas melalui Leo Carnando/Daniel Marthin di ganda putra serta Leo Carnando/Indah Cahya Sari Jamil di ganda campuran.
Namun setelah itu, Indonesia umumnya hanya mampu meraih satu medali emas dalam setiap edisi turnamen.
Bahkan pada BAJC 2024, seluruh gelar juara berhasil disapu bersih oleh China.
Kini BAJC 2026 menjadi momentum bagi para pemain muda Indonesia untuk menulis cerita baru.
Bukan hanya demi membawa pulang medali, tetapi juga untuk membuktikan bahwa regenerasi bulu tangkis Indonesia tetap berjalan di jalur yang tepat.
Jika mampu bersaing di nomor beregu maupun individu, rapor merah dari edisi sebelumnya perlahan bisa mulai terbayar di Jepang.
Jumat (26/6/2026)
Pukul 07.00 WIB - Indonesia vs Korea Selatan
Sabtu (27/6/2026)
Pukul 07.00 WIB - Indonesia vs Macau
Minggu (28/6/2026)
Pukul 07.00 WIB - Indonesia vs Malaysia
---Jadwal Fase Gugur---
Senin (29/6/2026)
Pukul 07.00 WIB - Perempat final
Pukul 14.00 WIB - Semifinal
Selasa (30/6/2026)
Pukul 09.00 WIB - Final
Skuad Putra
Fardhan Rainanda Joe (Beregu & Perorangan)
Radithya Bayu Wardhana (Beregu & Perorangan)
Joseph Marcellino Kyta (Beregu & Perorangan)
Joven Farandi (Beregu & Perorangan)
Raihan Daffa Edsel Pramono (Beregu & Perorangan)
Muhammad Rizki Mubarrok (Beregu & Perorangan)
Anju Siahaan (Beregu & Perorangan)
Faizal Pangestu (Beregu & Perorangan)
Muhammad Lutfhi Habibi (Beregu & Perorangan)
Moses Andar Simanjuntak (Beregu & Perorangan)
Maharishiel Timotius Gain (Perorangan)
Ghaisan Haidar Tsaqib (Perorangan)
Abdul Sabqi Azib (Perorangan)
Skuad Putri
Jolin Angelia (Beregu & Perorangan)
Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Beregu & Perorangan)
Raisya Affatunisa (Beregu & Perorangan)
Selsi Josika (Beregu & Perorangan)
Halifia Usni Pratiwi (Beregu & Perorangan)
Aurelia Syakira Putri (Beregu & Perorangan)
Atresia Naufa Candani (Beregu & Perorangan)
Adelia Nirul M (Beregu & Perorangan)
Yasintha Ristyna Putri (Beregu & Perorangan)
Reya Azzahra Yulianti (Beregu & Perorangan)
Christabel Calista Purwanto (Perorangan)
Dian Ramadhani Mukti (Perorangan)
Fiersha Aulia Aqilla Shafa Azzahra (Perorangan)
(Tribunnews.com/Niken, Isnaini)