TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa pelemparan bom molotov di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (22/6/2026) pukul 09.00 WIB masih diselidiki pihak kepolisian.
Bom molotov itu dilempar oleh sejumlah empat orang tidak dikenal (OTK) ke arah warga yang sedang berkumpul dan mengenai sepeda motor yang sedang melintas.
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan saat ini para pelaku masih dalam pengejaran.
"Masih dikejar kami sudah ke alamat terduga pelaku dan tempat lainnya tapi masih nihil," ucapnya kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Menurut Kapolsek, pengejaran terhadap pelaku mengarah ke tempat lain.
Kompol Andry memastikan pihaknya akan mencari hingga tertangkap.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa pelemparan bom molotov ke arah pemukiman warga.
"Berdasarkan laporan awal, benar telah terjadi peristiwa pelemparan botol diduga molotov pada Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara," ucapnya kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Saat kejadian, pengendara motor perempuan yang sedang melintas menggunakan sepeda motor menuju pasar turut menjadi korban.
Korban terkena dampak pelemparan bom molotov tersebut hingga bagian dashboard sepeda motornya terbakar.
Dari rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah sekitar empat orang.
Baca juga: Cemburu Berujung Pelemparan Bom Molotov di Koja, Wanita Pengendara Motor Jadi Korban Salah Sasaran
"Polsek Koja telah melakukan cek TKP, mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dan pecahan botol molotov, serta mengarahkan korban membuat laporan polisi," tutur Kombes Budi.
Menurutnya, kasus pelemparan bom molotov ini masih dalam penyelidikan.
"Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, termasuk mendalami motif kejadian," imbuhnya.
Usai bom molotov tersebut meledak warga sekitar langsung berupaya memadamkan api.