Kasus Yuvita Jadi Sorotan di Bengkulu, Orang Tua Cemas Anak Salah Pilih Pasangan Berujung Dianiaya
Rita Lismini June 24, 2026 07:38 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Kasus yang menimpa Yuvita Tri Rezeki belakangan ini ikut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat Bengkulu.

Terutama para orang tua yang memiliki anak dewasa dan sudah menjalin hubungan asmara.

Iskandarudin, salah satu orang tua di Bengkulu, mengaku peristiwa tersebut sempat membuatnya teringat pada putrinya yang kini berusia 24 tahun dan sudah memiliki pacar.

Menurutnya, meski anak sudah dewasa dan terlihat mandiri, rasa khawatir sebagai orang tua tetap tidak bisa dihindari.

“Sebagai orang tua, pasti ada rasa waswas. Anak saya juga sudah 24 tahun, sudah bekerja dan punya pasangan. Tapi tetap saja kita tidak pernah benar-benar tahu seperti apa orang yang dekat dengan anak kita di luar sana,” kata Iskandarudin kepada TribunBengkulu.com, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa kedekatan emosional antara orang tua dan anak tetap perlu dijaga, meski anak sudah beranjak dewasa dan memiliki kehidupan sendiri.

Menurutnya, pola komunikasi yang baik menjadi kunci agar anak tetap terbuka dengan keluarga ketika menghadapi persoalan dalam hubungan asmara maupun pergaulan.

“Sekarang saya lebih memilih sering mengingatkan secara halus saja. Tidak mengekang, tapi tetap kasih pesan supaya hati-hati dalam memilih teman atau pasangan. Karena kalau terlalu dilarang, anak biasanya justru tidak mau cerita,” ujarnya.

Iskandarudin juga mengaku kini lebih berusaha membaca situasi dan perubahan sikap anaknya, tanpa harus bersikap berlebihan, mengingat sang anak sudah memiliki kehidupan dan keputusan sendiri.

“Yang penting itu komunikasi tetap jalan. Kalau anak sudah nyaman cerita ke orang tua, biasanya kita juga bisa lebih cepat tahu kalau ada hal yang tidak beres,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kasus Yuvita Tri Rezeki sebelumnya menjadi perhatian publik setelah diduga menjadi korban tipu daya yang berujung pada penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya sendiri.

Pengakuan Yuvita 

Yuvita Tri Rezeki (YTR) disekap dan disiksa secara mengerikan oleh pacarnya sendiri, Taufik Hidayat (30).

Yuvita menuturkan dirinya tak hanya mengalami penyekapan dan penyiksaan, Yuvita juga mengaku menjadi korban kekerasan seksual selama berada di bawah kendali pelaku.

Dalam pengakuannya, Yuvita menyebut dirinya beberapa kali berusaha melarikan diri dari penyekapan yang dialaminya.

Namun setiap upaya untuk kabur justru berakhir dengan tindakan penyiksaan yang lebih berat dari pelaku.

Penderitaan yang dialami perempuan berusia 29 tahun itu tidak berhenti pada kekerasan fisik semata.

Sejumlah harta miliknya juga disebut telah dikuasai oleh Taufik selama hubungan tersebut berlangsung.

Mulai dari kendaraan pribadi, gaji yang diterimanya, hingga dana tunjangan BPJS Ketenagakerjaan disebut ikut diambil alih oleh pelaku.

Yuvita menuturkan, pada awal perkenalan Taufik tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan ataupun kasar.

Sikap pelaku saat itu bahkan terlihat biasa dan tidak menimbulkan kecurigaan dari dirinya.

Namun keadaan mulai berubah setelah hubungan mereka berjalan beberapa waktu.

Menurut pengakuannya, tindakan kekerasan mulai terjadi sekitar satu minggu hingga satu bulan setelah mereka bersama.

"Waktu awal ketemu dia baik-baik aja, cuma setelah kurang lebih satu minggu atau satu bulan, mata saya jadi rusak," kata Yuvita dikutip dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Senin (22/6/2026).

Penglihatan Yuvita menjadi salah satu bagian yang pertama kali menjadi sasaran kekerasan pelaku.

Diduga, kondisi tersebut sengaja diciptakan agar korban semakin sulit melarikan diri dan bergantung sepenuhnya kepada pelaku.

"Selama 2 tahun ga bisa keluar kosan karena sudah gak bisa lihat," ucapnya lagi.

Karena ketakutan, Yuvita pun mengaku tak berani melawan. Bahkan jika ia bersuara sedikit saja saat disiksa, penyiksaan akan lebih parah.

"Jadi kalau misalkan disiksa, terus saya mengeluarkan suara, sama dia disiksa lagi. Jadi saya gak bisa ke mana-mana," tutur dia.

Menurut dia, sang kekasih bekerja sebagai debt collector.

"Dia kan kerjanya debt collector, kalau dia pergi nagih ke konsumen, saya disuruh tidur, kalau ikut disuruh pakai masker," katanya lagi.

Berawal dari mata, luka yang dialami Yuvita pun kini hampir seluruh badan,

"Saya sering dipukul pertama mata dulu, terus telinga, kaki sama bedog (golok). Dipaksa untuk pakai tato sama dia," ucapnya.

Selama disekap hampir tiga tahun, Yuvita mengaku hanya diberi makan satu kali.

"Kalau makan sehari cuma satu kali, itu juga kalau aku suka makan sendiri, terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena aku gak bisa lihat, jadi mau mandi gimana gitu kan," katanya.

Bahkan untuk buang air besar pun, kata dia, ia sehari-harus harus memakai pampers yang dibelikan oleh pelaku.

Yuvita pun akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh penjaga kos karena kondisi kepalanya yang semakin parah dan terus mengeluarkan cairan.

"Aku dianter ke sini sama yang punya kosan. Jadi dia tuh make motor, aku sama yang punya kosan pakai mobil (taksi online) ke sini," ucapnya.

Saat masih bekerja, kata Yuvita, sang kekasih sering memarahi atasannya.

"Hampir semua atasan aku sama dia dimarahin, jadi aku daripada gimana-gimana ya mendingan keluar aja," kata dia.

Kini semua harta benda milik Yuvita sudah habis dikuasai oleh pelaku.

"Motor, iPhone, BPJS aku, gaji, aku juga minjem kakak sebagian, semua diambil sama dia, bilangnya buat sehari-hari. Aku ikut aja, uang juga sama dia. Dia ngerokok, suka minum juga, paling aku dikasih makan sama jajan, satu kali, kadang dua kali," ucapnya.

Keinginan Yuvita 

Di tengah kondisi fisik yang memprihatinkan dan luka berat yang membekas di tubuhnya, YTR justru menunjukkan sikap yang membuat keluarganya terenyuh.

Perempuan yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya selama bertahun-tahun itu tidak memulai pertemuan dengan keluarganya dengan keluhan atau amarah.

Sebaliknya, ia mengucapkan kalimat sederhana yang membuat orang-orang terdekatnya tak kuasa menahan haru.

Adik kandung korban, Syahrul Ulum (26), mengungkapkan bahwa kalimat pertama yang disampaikan YTR setelah mereka bertemu adalah permintaan maaf kepada keluarga.

"Kalimat pertama yang keluar itu, dia bilang minta maaf. Dia juga bilang pengen bisa lihat lagi, pengen bisa melihat lagi," ujar Syahrul, Senin (22/6/2026).

Ucapan tersebut menjadi gambaran betapa berat penderitaan yang dialami YTR. Dalam kondisi yang jauh dari kata normal, ia masih memikirkan keluarganya dan menyimpan harapan agar dapat kembali melihat dunia seperti sedia kala.

Mimpi Sederhana Setelah Masa Kelam

Di balik trauma dan luka yang masih harus dipulihkan, YTR ternyata tetap memiliki harapan untuk melanjutkan hidup. Menurut Syahrul, kakaknya sempat mengungkapkan keinginan sederhana yang ingin diwujudkan setelah kondisinya membaik.

Ia ingin membuka usaha kecil sebagai jalan untuk menata kembali kehidupannya. Keinginan tersebut muncul karena YTR menyadari bahwa kondisi yang dialaminya kemungkinan tidak lagi memungkinkan dirinya bekerja seperti sebelumnya.

"Dia bilang nanti kalau ada rezeki pengen membuka warung sembako, pengen dagang," katanya.

Harapan untuk berdagang dan memiliki usaha sendiri menjadi simbol semangat YTR untuk bangkit dari masa-masa sulit yang telah menghancurkan sebagian hidupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.